Dianggap Cacat Hukum, DPRD Kota Cirebon Minta Dispora Batalkan Perjanjian Sewa Stadion Bima

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBINWARTANEWS.COM, Cirebon – DPRD Kota Cirebon meminta Dispora untuk membatalkan kerjasama dengan Bina Sentra Football Academy karena dinilai cacat hukum. Hal tersebut disampaikan Andrie Sulistio SE usai rapat dengar pendapat bersama Pemkot Cirebon di aula Griya Sawala gedung DPRD Kota Cirebon, Rabu (5/2).

“Hasil rapat ini memutuskan agar perjanjian kerjasama Dispora dengan Bina Sentra Football Academy dibatalkan dan dikembalikan ke nol,” kata Andrie.

Ia pun meminta Dispora untuk membuat perjanjian yang baru namun harus melalui prosedur yang benar.

“Harus secara baik prosedur secara keseluruhan. Itu harus dilakukan,” katanya.

Kemudian, keputusan yang lainnya yaitu review ulang sarana olahraga dan perjanjiannya dengan pihak lain.

“Karena memang jadi kesepakatan bersama 5 tahun ke depan, miliki kesepakatan bersama untuk mengejar PAD. Mudah mudahan dengan kesepakatan untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.

Dalam rapat kerja ini, DPRD Kota Cirebon meminta penjelasan dari Dispora Kota Cirebon mengenai pengelolaan Stadion Bima. Hadir Pj Sekda Kota Cirebon, Iing Daiman, Kepala Dispora Kota Cirebon, Irawan Wahyono, Kepala BPKPD Kota Cirebon, Mastara dan sejumlah pihak lainya.

Kepala Dispora Kota Cirebon, Irawan Wahyono dengan tegas mengatakan siap bertanggung jawab jika ada kesalahan dalam proses sewa Stadion Bima. Ia juga meminta maaf atas viral nya Stadion Bima saat ini.

“Angka 50 juta, apa yang saya lakukan, saya tidak akan menarik siapa- siapa, saya siap bertanggungjawab kalau memang ditemukan kesalahan. Saya juga mohon maaf lahir batin,” kata Irawan.

Irawan Wahyono menjelaskan, kronologi polemik Stadion Bima antara Dispora dan Bina Sentra Football Academy, berawal dari Bina Sentra yang akan menggunakan Stadion Bima untuk digunakan sebagai festival sepakbola.

Saat itu pula, Irawan mengatakan jika pihak Bina Sentra ingin menggunakan Stadion Bima, maka harus ada retribusi dan harus berani memperbaiki keadaan Stadion Bima, baik rumput, tribun penonton atau yang lainya. Menurutnya, pihak Bina Sentra terlihat menyanggupi apa yang disampaikan olehnya.

Saat itu, dirinya menugaskan Sekretaris Dispora untuk melakukan komunikasi dan konsultasi ke stakeholder terkait. Setelah melakukan konsultasi, Dispora pun melakukan studi tiru ke Stadion di Probolinggo. Sebab, model stadion di Probolinggo sama dengan Stadion Bima yang butuh banyak perhatian dan dilakukan perbaikan.

“Saat itu kami ke Probolinggo kemudian belajar ke Manahan dan ke Jogja. Probolinggo dan Bima sama harus mendapatkan perbaikan, setelah itu cita cita Bina Sentra membangun akademi football dari berbagai usia,” jelasnya.

Dengan kata lain, kata Irawan, Bina Sentra juga akan melakukan promosi sehingga bisa menjadi home base liga utama. Menurutnya, atas dasar pandangan tersebut, pihaknya tertarik melakukan kerjasama karena terkait masa depan.

Setelah itu, kata Irawan, Ia mengambil keputusan untuk mempersilahkan Stadion Bima ini digunakan dengan membayar retribusi dan memperbaiki fisik Stadion Bima.

“Kami di lsupervisi sama PSSI dengan banyak catatan, di antaranya harus distandarkan rumputnya sehingga perlu adanya perbaikan Sadion Bima,” katanya.

Ke depannya, kata Irawan, setiap pertandingan akan dibagi hasil penjualan tiket 50 persen PAD 50 persen vendor.

Irawan menegaskan yang membuat dirinya semangat adalah tidak boleh menghambat investasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Cepy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *