Respons Cepat, FK UGJ Cirebon Kirim Relawan Tanggap Darurat ke Sumatera Utara

0
IMG20251219145445
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon resmi melepas tim relawan tanggap darurat bencana untuk misi kemanusiaan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pelepasan tersebut berlangsung di Auditorium FK UGJ, Jl. Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Jumat (19/12/25).

Pelepasan tim relawan  ini merupakan bagian dari program kolaborasi strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama perguruan tinggi di Indonesia.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan profesional yang memiliki keahlian dalam penanganan darurat.

https://ugj.ac.id

Mereka akan bertugas membantu pemulihan kondisi kesehatan warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera belakangan ini.

Dekan FK UGJ, Dr. dr. Catur Setia Sulistiana, M.Med.Ed., mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya FK UGJ dalam misi perdana ini. Ia menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan dengan sangat cepat dan responsif.

“Alhamdulillah, tim kita mampu menyusun proposal dengan sangat baik hanya dalam waktu tiga hari dan langsung disetujui pemerintah. Kami sangat mengapresiasi Kemendiktisaintek yang bertindak fast reaction sehingga program pengabdian ini bisa segera terealisasi untuk membantu saudara kita di Tapanuli Tengah,” kata Dr. Catur.

Dekan juga menekankan bahwa misi ini adalah “perjalanan nurani”. Dr. Catur berpesan agar tim membawa nilai kearifan lokal Cirebon, yakni Welas Asih (peduli sesama).

“Jadilah sahabat dan penguat bagi masyarakat. Ingat, empati adalah obat pertama sebelum terapi medis diberikan,” ungkapnya.

Ia pun  mengingatkan tim untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan di wilayah Sibolga dan sekitarnya.

Sementara itu, Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan yang bersedia memenuhi panggilan kemanusiaan. Mengingat laporan BMKG terkait tingginya curah hujan hingga Februari mendatang, Rektor menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik.

“Jaga sikap, tutur kata, dan koordinasi di lapangan. Anda adalah duta kemanusiaan UGJ. Pengalaman ini akan menjadi guru terbaik. Kami mendoakan agar tim berangkat sehat dan pulang kembali ke Cirebon dengan selamat,” ujar  Rektor.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ), Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., memberikan tiga pesan kunci kepada tim yang dipimpin oleh dr. Doni tersebut, dimana, meluruskan Niat. Prof. Mukarto meminta relawan meluruskan niat semata-mata untuk pengabdian agar tugas tidak menjadi beban.

“Bersyukurlah karena kita berada di posisi yang menolong, bukan yang ditolong,” tegasnya.ebih lanjut disampaikan, dengan menggunakan dana hibah APBN, KY mengingatkan agar pertanggungjawaban dana dan barang pada program ini dilakukan secara rapi dan transparan.

Wilayah Tapanuli Tengah menjadi fokus utama karena dampak banjir dan longsor yang masif mengakibatkan kerusakan fasilitas kesehatan.

UGJ tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga responsif dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap tantangan bangsa di penghujung tahun 2025. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *