Respon Cepat Wakil Walikota Cirebon, Tinjau Dua Rumah Terdampak Bencana
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, melakukan peninjauan langsung ke Kelurahan Pegambiran untuk melihat kondisi hunian warga yang terdampak bencana dan kategori tidak layak huni, Senin (5/1/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap aspirasi dan kondisi darurat yang dialami masyarakat.
Dalam kunjungannya, Siti Farida mendatangi dua lokasi di wilayah RW 08. Lokasi pertama adalah kediaman Sukadi di RT 02 yang mengalami musibah tembok ambruk total akibat tingginya intensitas hujan belakangan ini.
Lokasi kedua adalah kediaman Adah di RT 01 yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni secara menyeluruh, mulai dari bagian lantai hingga atap yang rapuh.
”Kami turun langsung untuk merespons aspirasi warga sekaligus memastikan kondisi keluarga terdampak. Alhamdulillah, penghuninya dalam keadaan baik meskipun ada bangunan yang runtuh total. Ada juga rumah yang memang sudah sangat rapuh dan mendesak untuk diperbaiki,” ujar Siti Farida di sela peninjauan.
Pemerintah Kota Cirebon memastikan bahwa langkah penanganan telah berjalan. Siti Farida menjelaskan bahwa usulan bantuan telah diproses melalui jalur formal dan akan menjadi prioritas pada tahun anggaran 2026.
Beberapa poin penting terkait penanganan bantuan meliputi:
- Rumah Ambruk: Data telah masuk dan diproses melalui Dinas Sosial.
- Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu): Sudah masuk dalam pendataan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
- Sumber Pendanaan Lain: Pemkot juga menjajaki kolaborasi dengan Baznas Kota Cirebon serta program CSR dari pihak swasta untuk mempercepat realisasi pengerjaan.
”Insya Allah, semuanya akan direalisasikan pada tahun 2026 sesuai dengan urutan prioritas dan kemampuan anggaran daerah yang ada,” tambahnya.
Selain fokus pada perbaikan rumah, Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem.
Ia menekankan bahwa penanganan banjir dan infrastruktur tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung serta pemerintah kabupaten tetangga.
Di akhir kunjungannya, Siti Farida menitipkan pesan penting kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami butuh kolaborasi dan kesadaran bersama. Saya meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air. Pemerintah juga akan terus memantau mulai dari tingkat RT hingga Kelurahan untuk memastikan tidak ada bangunan liar yang menghambat aliran air,” pungkasnya. (Cepy)
