Sekolah Terdampak Banjir, Wakil Walikota Siti Farida Gercep Datangi MI Darul Ulum

0
IMG-20260106-WA0087
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Ditengah sisa lumpur dan genangan pasca-hujan deras yang melanda wilayah Kalijaga, Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mendampingi masyarakat.

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Siti Farida Rosmawati, turun langsung meninjau titik-titik terdampak guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat, Selasa pagi (6/1/26).

Didampingi Lurah Kalijaga dan jajaran perangkat daerah, Wakil Wali Kota menyisir pemukiman warga serta fasilitas publik yang mengalami kerusakan signifikan.

Fokus utama peninjauan tertuju pada MI Darul Ulum, sekolah yang mengalami dampak terparah karena lokasinya yang bersinggungan langsung dengan aliran sungai.

Banjir kali ini dipicu oleh faktor eksternal yang cukup ekstrem. Material kayu berukuran besar yang hanyut dari wilayah hulu menghantam dan menjebol tanggul, sehingga arus air masuk ke pemukiman dengan tekanan tinggi.

“Semalam debit air sangat besar dan pembukaan pintu air memerlukan waktu karena tekanan yang berat. Akibatnya, air meluap ke daerah yang lebih rendah,” ungkap Siti Farida.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kota telah mengerahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta perangkat daerah terkait untuk membantu warga melakukan penyemprotan lumpur pekat di rumah-rumah dan fasilitas pendidikan.

Menyikapi bencana yang berulang, Siti Farida menegaskan bahwa Pemkot Cirebon sedang mengupayakan solusi jangka panjang dengan melibatkan pihak terkait.

“Kami bersama BBWS terus mengupayakan normalisasi sungai serta pembangunan benteng atau tanggul yang lebih tinggi. Selain itu, pembangunan bendungan juga sedang dalam tahap kajian teknis agar luapan air sungai tidak langsung masuk ke pemukiman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MI Darul Ulum, H. Makin Amin, menyayangkan musibah ini terjadi tepat pada hari pertama masuk sekolah di semester baru. Lumpur setinggi 20 cm menggenangi seluruh ruang kelas, memaksa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dihentikan sementara.

“Hari Senin seharusnya hari pertama sekolah, namun langsung dilanda banjir. Anak-anak akhirnya ikut berpartisipasi membantu membersihkan lumpur. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan pembersihan dari Pemkot Cirebon,” ujar H. Makin Amin.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen akan terus mendampingi warga hingga masa pemulihan selesai. Melalui sinergi perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan risiko bencana di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin.  (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *