Dr. Ade Cahyaningsih : Seminar FPS UGJ Jadi Sumbangsih Nyata Mahasiswa untuk Masa Depan Indonesia
Oplus_0
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Masa Depan Indonesia: Peran Generasi Muda Dalam Membangun Negeri Melalui Transformasi Pendidikan Kolaborasi Mahasiswa, Guru, dan Masyarakat”.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPS UGJ ini berlangsung di Kampus FPS UGJ, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (5/1/26).
Bertujuan untuk menyelaraskan dunia akademik dengan realitas sosial di masyarakat, seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber utama, Dr. Ade Cahyaningsih, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon.
Dalam paparannya, Dr. Ade menekankan pentingnya metode Problem Based Learning (PBL) sebagai strategi pembelajaran yang paling relevan saat ini.
“PBL adalah metode pembelajaran yang faktual dan otentik. Metode ini merangsang anak untuk belajar secara mandiri atau inquiry. Dengan bantuan guru sebagai pemandu (guide), siswa diajak untuk mengaitkan apa yang mereka pelajari di kelas dengan permasalahan nyata yang sedang terjadi di masyarakat,” kata Dr. Ade.
Ia menambahkan, bahwa sinkronisasi antara dunia akademis dan realita lapangan sangat penting agar ilmu yang didapat siswa tidak sekadar teori, tetapi fungsional.
Menurut Dr. Ade, metode berbasis masalah ini sebenarnya sudah mulai diimplementasikan di sekolah-sekolah di bawah naungan Disdik Kota Cirebon melalui berbagai program.
“Salah satu contoh nyata implementasi PBL adalah melalui P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Selain itu, di Kota Cirebon kami juga memiliki program ‘Pagi Ceria’ sebagai langkah nyata transformasi pendidikan,” jelasnya.
Secara khusus, Dr. Ade memberikan apresiasi tinggi kepada BEM FPS UGJ atas terselenggaranya seminar nasional ini. Ia menilai langkah mahasiswa UGJ sangat kreatif karena berani mengambil peran dalam merealisasikan konteks pendidikan ke dalam kehidupan nyata.
“Ini adalah sumbangsih yang luar biasa dari mahasiswa FPS UGJ. Mereka berusaha menerapkan apa yang dipelajari di kampus ke dalam konteks kehidupan yang lebih riil. Harapan saya, kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan masyarakat ini terus terjaga demi masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.
Dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, praktisi pendidikan, dan pemerhati sosial. FPS UGJ berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka dan solutif terhadap dinamika sosial di lingkungan sekitarnya. (Cepy)
