Menuju Adiwiyata Nasional 2026, SMAN 1 Beber Siapkan Leuweung Panca Waluya dan Inovasi Ekologi
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Setelah sukses menyabet predikat Adiwiyata Tingkat Provinsi pada Desember 2024 dan meraih Juara 2 Anugerah Panca Waluya di tingkat KCD X Disdik Jabar, SMA Negeri 1 Beber (Smaner) kini membidik target yang lebih tinggi Adiwiyata Nasional 2026.
Kepala SMAN 1 Beber, Ahmad Abung Suud, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pembuktian bagi sekolahnya untuk merealisasikan seluruh standar lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Meskipun antusiasme sekolah sangat tinggi untuk langsung maju ke tingkat nasional pada 2025, Ahmad Abung menjelaskan adanya aturan dari Dinas Lingkungan Hidup yang mengharuskan jeda satu tahun.
“Sebenarnya kita ingin langsung ke Nasional di 2025, tapi regulasinya harus ada jeda satu tahun untuk melihat konsistensi aplikasi di lapangan. Alhamdulillah, hingga kini kami berhasil mempertahankan dan menerapkan poin-poin penilaian tersebut,” kata Ahmad Abung, Jumat (9/1/26).
Fokus utama Smaner dalam menyongsong Adiwiyata Nasional meliputi kebersihan, kerindangan, dan keindahan lingkungan. Sekolah secara ketat meminimalisir penggunaan sampah plastik dan memaksimalkan pengolahan sampah organik.
Abung menyebutkan beberapa inovasi yang sudah dan akan dijalankan diantaranya : Eco-brick, Pemanfaatan sampah plastik menjadi hiasan estetik oleh siswa. Hidroponik, Program yang sudah berjalan dan telah memasuki masa panen dan Budidaya Lele dan Maggot, Program baru yang akan dianggarkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari siklus ekologi sekolah.
Salah satu proyek mercusuar di tahun 2026 adalah transformasi area belakang sekolah yang sebelumnya disebut Leuweung Smaner menjadi Leuweung Panca Waluya Smaner.
Lahan seluas kurang lebih 100 meter persegi ini akan ditata menjadi kawasan hijau yang estetik dan edukatif.
“Kami akan buat konsep mini cafe yang kekinian di samping kantin. Siswa bisa makan di area hutan buatan tersebut (Leuweung). Kami siapkan gazebo dan jalan setapak yang dikelilingi sekitar 40-50 pohon, mulai dari mangga, jambu, hingga jeruk,” jelas Abung.
Optimisme tinggi terpancar dari jajaran pimpinan Smaner. Namun, Ahmad Abung menekankan bahwa kunci keberhasilan ini bukan pada individu, melainkan kerja kolektif. Ia memegang prinsip bahwa tidak ada “Superman” dalam membangun sekolah, yang ada adalah “Superteam”.
Dengan persiapan matang dan sinergi dari seluruh stakeholder, SMAN 1 Beber optimis dapat membawa pulang predikat Adiwiyata Nasional 2026 sebagai bukti dedikasi mereka terhadap pendidikan berbasis lingkungan. (Cepy)
