Waspadai ‘Super Flu’ H3N2, Begini Himbauan Kadinkes Kota Cirebon
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Temuan kasus influenza varian baru H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai “Super Flu” kini tengah mencuri perhatian publik. Kementerian Kesehatan mencatat telah ditemukan 62 kasus di Indonesia, di mana 10 kasus di antaranya terkonfirmasi berada di wilayah Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty, memberikan penjelasan mendalam mengenai situasi terkini di Kota Cirebon serta kendala dalam pendeteksian varian baru tersebut.
Hingga saat ini, Kota Cirebon belum menemukan kasus positif terkonfirmasi Super Flu. Namun, dr. Maria menjelaskan bahwa hal ini terkendala oleh keterbatasan alat uji spesifik. Meski memiliki alat PCR, laboratorium di Kota Cirebon belum memiliki reagen khusus untuk mendeteksi varian H3N2 subclade K.
“Pemeriksaan Super Flu membutuhkan reagen tertentu yang saat ini hanya tersedia di Labkesmas Tingkat 3 atau di tingkat Provinsi. Jadi, di Kota Cirebon bisa jadi ada kasusnya, namun belum bisa terkonfirmasi secara spesifik apakah itu varian H3N2 atau bukan,” jelas dr. Maria saat menghadiri acara The 3rd CAMIC (Cirebon Annual Multidisciplinary International Conference) di gedung B Fakultas Kedokteran UGJ, Jl. Terusan Pemuda, kota Cirebon, Selasa (13/1/16).
Berdasarkan data hingga 9 Januari 2026, Dinas Kesehatan mencatat adanya lonjakan signifikan pada kasus infeksi saluran pernapasan. Dari 10 penyakit terbanyak yang diderita warga Kota Cirebon sepanjang 2025 hingga awal 2026, empat di antaranya adalah penyakit pernapasan, yakni, Acute Upper Respiratory Infection (Infeksi Saluran Pernapasan Akut/ISPA)., Acute Nasopharyngitis (Common Cold/Flu disertai nyeri tenggorokan)., Acute Pharyngitis., juga Acute Upper Respiratory Infection of Multiple and Unspecified.
“Ada korelasi kuat antara lonjakan kasus pernapasan ini dengan potensi penyebaran flu, meskipun kami belum bisa membuktikan secara medis apakah ini masuk ke kategori H3N2 karena keterbatasan alat periksa tadi,” tambahnya.
Mengingat saat ini memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi, dr. Maria meminta masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan seperti saat pandemi COVID-19.
Adapun langkah antisipasi yang disarankan Dinkes Kota Cirebon, diantaranya, Gunakan Masker: Terutama bagi yang sedang batuk, bersin, atau berada di kerumunan. Etika Kebersihan: Membudayakan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Istirahat cukup, konsumsi gizi seimbang, hindari stres, dan olahraga rutin dan Cek Kesehatan Berkala: Memanfaatkan layanan kesehatan seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Ia menambahkan, bagi warga yang terdampak genangan atau banjir, segera bersihkan diri dengan sabun setelah kontak dengan air banjir. Pengguna jalan juga diimbau selalu siap sedia jas hujan.
“Flu ini menular. Kami mohon masyarakat untuk saling menjaga. Jika merasa daya tahan tubuh lemah, jangan ragu untuk menggunakan masker dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika timbul gejala,” pungkasnya. (Cepy)
