Temuan Mayat di Jalur KA Cirebon: Pria Ber-sweater Merah dan Bersepeda Biru

0
IMG-20260124-WA0039
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Warga Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, dikejutkan dengan penemuan sesosok pria tanpa identitas (Mr. X) yang meninggal dunia akibat tertemper kereta api pada Sabtu (24/01/26) sore.

Insiden tragis ini terjadi tepatnya di KM 215+4 jalur hulu petak Jalan Cangkring sekitar pukul 15.18 WIB. Berdasarkan laporan awal, korban diduga tertemper KA Bangunkarta relasi Pasar Senen–Jombang yang tengah melintas di lokasi tersebut.

Kapolsek Kedawung, Kompol Ahmad Nasori, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Solehudin yang sedang berjalan kaki di sekitar jalur kereta. Ia melihat tubuh pria tergeletak di rel dan segera melaporkannya kepada tokoh lingkungan setempat, Otong Syarif, yang kemudian meneruskan informasi ke pihak kepolisian.

Di saat yang bersamaan, petugas Polsuska PT KAI, Anggi Ardiawan, juga menerima laporan langsung dari masinis KA Bangunkarta terkait adanya seseorang yang tertemper di jalur tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum diketahui (Mr. X). Adapun ciri-ciri fisik dan atribut yang ditemukan di lokasi adalah berenis Kelamin: Laki-laki, Usia sekitar 30 tahun mengenakan sweater warna merah dan celana pendek warna biru dongker serta Barang Bukti  ditemukan satu unit sepeda warna biru di sekitar lokasi kejadian.

Petugas gabungan dari Polsek Kedawung dan Polres Cirebon Kota telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Jenazah korban kini telah dievakuasi ke RS Gunung Jati Cirebon untuk proses pemeriksaan medis dan identifikasi lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, memberikan imbauan kepada masyarakat luas terkait kejadian ini.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut di atas agar segera menghubungi Polsek terdekat atau melalui Layanan Polisi 110. Bantuan informasi dari masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi korban,” ujar AKP M. Aris Hermanto. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *