Borong Prestasi 2025, SMPN 4 Kota Cirebon Jadi Role Model bagi KONI Kabupaten Cirebon
Oplus_0
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – SMPN 4 Kota Cirebon sukses mengukuhkan diri sebagai sekolah unggulan di wilayah Ciayumajakuning. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Ikin Sahrikin, S.Pd., M.Pd., sekolah ini tidak hanya mendominasi ajang olahraga, tetapi juga meraih pengakuan tertinggi di bidang lingkungan hidup sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2025.
Kesuksesan ini menarik perhatian jajaran pengurus KONI Kabupaten Cirebon untuk melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke SMPN 4 Kota Cirebon baru-baru ini.
Sepanjang tahun 2025, SMPN 4 Kota Cirebon menjadi langganan juara umum pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Kota (Popkota). Hampir seluruh cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan berhasil menyumbangkan medali, dengan raihan emas yang signifikan di cabor unggulan seperti Atletik, Taekwondo, dan Silat.
“Prestasi ini adalah buah dari keseriusan dan latihan intensif. Kami beruntung memiliki pelatih yang merupakan eks-atlet nasional, sehingga pembinaan mental dan teknik siswa sangat terukur,” kata Ikin Sahrikin usai melaksanakan kegiatan di Sekolah setempat, Jl. Pemuda, Kota Cirebon, Selasa (27/1/26).
Tak hanya di lapangan hijau, prestasi akademik dan lingkungan pun bersinar. Pada November 2025, SMPN 4 resmi menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.
“Alhamdulillah, berkat keguyuban seluruh warga sekolah, kami bisa mengawinkan prestasi olahraga dengan prestasi lingkungan di tingkat nasional,” tambahnya.
Kunjungan KONI Kabupaten Cirebon menjadi momentum penting untuk berbagi resep sukses. Jajaran pengurus KONI Kabupaten berencana menjadikan SMPN 4 sebagai rujukan dalam pengembangan sekolah berbasis prestasi olahraga (Sport School) di wilayah kabupaten.
Ikin menyebutkan,bentuk kerja sama yang dibahas meliputi, Pertukaran SDM, Kolaborasi antar pelatih dan pembina olahraga., Manajemen Pelatihan, Diskusi mengenai pola latihan intensif bagi atlet pelajar serta Manajerial Kepemimpinan, Sharing mengenai peran Kepala Sekolah dalam mendukung pendanaan atlet.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Kita tidak boleh kalah dengan daerah lain. Kuncinya adalah sharing pengalaman dan tanggung jawab. Kami juga mendiskusikan pentingnya menempatkan guru olahraga muda yang potensial di posisi strategis untuk kemajuan atlet,” tandasnya.
Menghadapi tahun 2026, Ikin Sahrikin menekankan bahwa keberanian manajerial dalam pengelolaan anggaran adalah kunci. Dukungan dana dari BOS Pusat, BOS Daerah, maupun Komite Sekolah harus dikelola dengan sistem skala prioritas.
“Sebagai Kepala Sekolah, kita harus berani membagi dana untuk prestasi. Tanpa keberanian menyisihkan anggaran untuk sarana, prasarana, dan akomodasi atlet, prestasi sulit berjalan. Ini yang kami tekankan saat berdiskusi dengan KONI Kabupaten,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, lanjutnya, SMPN 4 Kota Cirebon menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum Popkota dan mendorong atlet-atlet di cabor Taekwondo, Dayung, dan Silat untuk melaju ke level provinsi hingga internasional melalui perencanaan yang lebih matang dan pelayanan atlet yang lebih mumpuni. (Cepy)
