Tingkatkan Mutu Pendidik, KKG Gugus III Harjamukti Dorong Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus III Kecamatan Harjamukti kembali menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi di era digital. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pertemuan rutin sekaligus penyusunan Program Kerja KKG Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan sosialisasi pemanfaatan Papan Interaktif Digital di SDN Kanggraksan, Kota Cirebon, Kamis (29/1/26).

Kegiatan ini melibatkan seluruh tenaga pendidik di lingkungan Gugus III, mulai dari guru kelas hingga guru bidang studi seperti PJOK, PAI, serta guru Muatan Lokal (Bahasa Sunda, Bahasa Cirebon, dan Bahasa Inggris).

Ketua Gugus III Kecamatan Harjamukti, Aninditto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa tema pemanfaatan teknologi digital dipilih sebagai langkah nyata mendukung program pemerintah. Menurutnya, penguasaan digital bagi guru saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Tantangan terbesar guru adalah bagaimana tidak hanya sekadar mengoperasikan alat, tapi mampu mengulik dan mengeksplorasi aplikasi digital agar bermanfaat bagi peserta didik. Kami ingin guru-guru di Gugus III benar-benar menggali potensi layar digital ini dalam proses pembelajaran,” kata Aninditto.

Ia berharap melalui kegiatan ini, silaturahmi antar-guru semakin kuat dan mutu pembelajaran di kelas meningkat secara signifikan.

“Harapannya kita satu rasa, satu kekuatan untuk membangun pendidikan di Gugus III,” harap Aninditto.

Sementara itu, Pengawas Gugus III Kecamatan Harjamukti, Sutisna, S.Pd.,SD., memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Gugus III yang selalu menghadirkan inovasi baru dalam setiap pertemuannya.

“Kegiatan hari ini luar biasa, mengawali program tahun 2026 dengan perencanaan yang matang untuk membangun kompetensi guru yang profesional dan handal. Semangat Gugus III ini benar-benar ‘menyala’ dalam berbagi ilmu,” ungkap Sutisna.

Sutisna juga menekankan pentingnya implementasi nyata di satuan pendidikan, terutama dalam memahami perubahan paradigma dari penilaian konvensional menuju asesmen yang lebih komprehensif sesuai arahan Permendikdasmen.

“Perubahan ke asesmen ini mencakup semua aspek, bukan sekadar angka-angka saja, tapi juga karakter, attitude, dan kepribadian siswa. Intinya adalah bagaimana guru mampu memuliakan murid dan membangun ekosistem pendidikan yang baik di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *