Targetkan Dua Hari, Dirut PDAM Kota Cirebon Tinjau Langsung Perbaikan Pipa Transmisi
oplus_0
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H. Sopyan Satari, SE. MM., , meninjau langsung proses perbaikan pipa transmisi yang pecah di kawasan Plangon, Kabupaten Cirebon, Kamis (5/2/26).
Pipa induk tersebut pecah pada Rabu malam sekitar pukul 21.55 WIB dan mengakibatkan gangguan layanan bagi puluhan ribu pelanggan.
H. Opang sapaan akrab Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata menjelaskan bahwa pipa yang mengalami kebocoran adalah jenis Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) berdiameter 700 mm. Pipa tersebut merupakan jalur transmisi vital yang telah terpasang sejak tahun 1979.
“Kondisi sekarang sudah dapat kami kendalikan dan petugas sedang melakukan pengerjaan fisik penggantian pipa yang pecah. Pipa ini sudah berusia hampir 50 tahun. Lokasinya yang berada di tikungan serta tanjakan dan turunan diduga membuat pipa rentan terdampak beban kendaraan berat,” ujar H. Opang di lokasi kejadian.
Kerusakan terdeteksi berupa pecahan pada bagian sambungan pipa sepanjang kurang lebih 50 centimeter ke arah bawah, yang menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan.
Pihak Perumda menargetkan perbaikan fisik pipa dapat tuntas dalam waktu 1 hingga 2 hari, tergantung pada kondisi cuaca. Namun, masyarakat diminta memahami bahwa aliran air tidak langsung normal sesaat setelah pipa tersambung.
“Ada proses normalisasi karena udara yang masuk ke instalasi saat penggantian pipa harus dibuang terlebih dahulu melalui blow up. Biasanya proses normalisasi ini memakan waktu hingga satu minggu sampai aliran benar-benar stabil,” tambahnya.
Tercatat sekitar 20.000 hingga 30.000 pelanggan di Kota Cirebon terdampak akibat insiden ini. Sebagai solusi darurat, Perumda Tirta Giri Nata telah menyiapkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan seluruh PDAM di Wilayah III Cirebon untuk meminjam armada tangki. Kami akan berkeliling memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama masa perbaikan dan normalisasi berlangsung,” pungkasnya. (Cepy)
