Disdik Kabupaten Cirebon dan INOVASI Latih Guru Strategi TaRL dan Pembelajaran Berdiferensiasi

0
6
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan program INOVASI kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan tantangan literasi di tingkat dasar. Langkah ini diwujudkan melalui Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) yang digelar di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan intensif ini diikuti oleh 24 guru terpilih dan Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yaitu Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Lokakarya ini berangkat dari fakta lapangan hasil asesmen di enam kecamatan tersebut, di mana terdapat kesenjangan kemampuan membaca siswa yang cukup signifikan dalam satu kelas. Mulai dari siswa yang masih di tahap pengenalan huruf hingga mereka yang sudah lancar membaca teks naratif.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan bahwa guru tidak bisa lagi menggunakan metode “satu ukuran untuk semua” (one size fits all).

“Kemitraan bersama INOVASI ini adalah langkah krusial untuk menguatkan kompetensi guru. Kami ingin guru mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap karakteristik unik setiap siswa,” ujar Nano.

Fokus utama pelatihan ini adalah penerapan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level). Strategi ini memungkinkan guru untuk memberikan intervensi membaca berdasarkan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk memberikan dukungan tambahan di luar jam reguler bagi siswa yang masih tertinggal.

Peserta tidak hanya menerima teori, namun terlibat aktif dalam Analisis & Revisi RPP, Menyesuaikan rencana pembelajaran agar lebih berdiferensiasi.

Kemudian, Simulasi Peer Teaching, Mempraktikkan skenario pembelajaran membaca di hadapan rekan sejawat juga Optimalisasi APE dimana Memanfaatkan Alat Peraga Edukatif (APE) kreatif hasil pengembangan KKG untuk mempermudah siswa memahami materi.

Harapan besar digantungkan pada para peserta untuk menjadi motor penggerak literasi. Salah satu peserta, Karno, guru SDN 2 Panggangsari, menyampaikan optimismenya.

“Kami berharap pelatihan ini terus berkelanjutan. Kapasitas yang kami dapatkan di sini sangat dibutuhkan untuk memastikan anak-anak kita tidak hanya bisa mengeja, tapi benar-benar memahami bacaan,” ungkapnya.

Sebagai aksi nyata pasca-pelatihan, setiap KKG telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL). Mereka berkomitmen untuk mendiseminasikan praktik baik ini kepada rekan guru lain di kecamatan masing-masing serta rutin mencatat perkembangan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Melalui sinergi antara Disdik Kabupaten Cirebon dan INOVASI, diharapkan ekosistem pendidikan yang literat dapat segera terwujud, memastikan setiap anak di Kabupaten Cirebon mendapatkan hak belajar yang sesuai dengan kapasitasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *