Polres Cirebon Kota Pastikan Keamanan Perayaan Imlek di Lima Vihara

0
IMG_20260216_17055165
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Menjelang puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026, Polres Cirebon Kota melakukan pengecekan dan monitoring intensif di sejumlah titik rumah ibadah. Salah satu fokus utama pemantauan dilakukan di Vihara Welas Asih, Jl. Panjunan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (16/2/26).

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan khidmat. Fokus pengamanan tersebar di lima titik klenteng atau vihara yang menjadi pusat kegiatan masyarakat Tionghoa di Kota Udang.

“Ada lima titik atensi pengamanan dalam rangkaian Imlek tahun ini, termasuk di Klenteng Welas Asih ini. Kami menyiagakan 250 personel yang disebar di masing-masing lokasi dengan jumlah bervariasi, tergantung kepadatan jemaah,” kata AKBP Eko Iskandar didampingi pengurus Vihara.

Kapolres menambahkan, pengamanan dilakukan secara maraton mulai dari pagi, sore, hingga malam hari, mengingat aktivitas persembahyangan berlangsung hingga esok hari.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengapresiasi kentalnya nilai pluralisme di Cirebon, di mana masyarakat lintas agama turut serta mendukung kelancaran acara.

“Cirebon adalah wilayah yang sangat kental akan pluralisme sejak dahulu. Di sini kerukunan umat beragama luar biasa. Bahkan menjelang bulan suci Ramadan, kita lihat masyarakat bahu-membahu, termasuk warga muslim yang ikut membantu kelancaran kegiatan saudara-saudara kita yang merayakan Imlek,” tandasnya.

Sementara itu, Hendra, pengurus Klenteng Welas Asih mengungkapkan bahwa persiapan teknis sudah mencapai hampir 100 persen. Untuk tahun ini, pihak klenteng memilih untuk melaksanakan rangkaian acara secara internal guna menjaga kekhidmatan dan kondisi yang kondusif.

“Rangkaian utamanya adalah penyalaan lilin dan sembahyang menjelang pergantian tahun. Tahun ini tidak ada perayaan besar-besaran, lebih kepada pelaksanaan khusus internal sebagai wujud saling menghormati,” jelas Hendra.

Dijelaskannya, Tahun 2026 ini menandai masuknya Tahun Kuda Api. Dalam astrologi Tionghoa, Kuda melambangkan dinamika dan kemandirian, sementara elemen Api merepresentasikan ambisi dan keberanian. Namun, Hendra juga memberikan catatan khusus terkait makna filosofis tahun ini.

“Kuda Api adalah simbol hewan yang perkasa, namun api juga melambangkan situasi yang bisa tidak menentu. Maknanya, kita harus benar-benar waspada dan hati-hati untuk meredam kondisi yang memanas di tahun mendatang. Semoga cita-cita yang belum tercapai di tahun lalu bisa terwujud di tahun ini,” pungkasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *