Sinergi Pendidikan dan Parenting, SDN Bima Kota Cirebon Perkuat Kecerdasan Emosional Guru & Orang Tua
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – SDN Bima Kota Cirebon menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis. Bertempat di kawasan Stadion Bima, sekolah ini menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic bertajuk “Emotional Intelligence for Teachers & Parents”di sekolah setempat, kawasan Stadion Bima, Kota Cirebon, Sabtu (28/2/26).

Kepala SDN Bima, Hj Eva Resna Hendawati, SPd.M.Pd.I., menyampaikan bahwa acara ini dirancang khusus untuk menyelaraskan pola asuh di rumah dan pola didik di sekolah melalui pendekatan kecerdasan emosional (EQ).
Untuk diketahui, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Muhammad Ifan Fauzi, S.A., S.Psi., M.Psi., C.MH., CT., yang merupakan Educational Psychology Practitioner sekaligus CEO TabulaRasa Psychology Center. Pria yang akrab disapa Kak Ifan ini membedah tuntas peran penting pengelolaan emosi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kepala SDN Bima Kota Cirebon, Hj. Eva Resna Hendawati, MPd.I, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terlaksananya program kolaborasi ini, terlebih di penghujung masa pengabdiannya.
“Di penghujung masa purna bakti saya, Masya Allah, komite dan orang tua siswa luar biasa merealisasikan program kolaborasi dengan psikolog Kak Ifan. Ini tentang bagaimana mengenal parenting dan penguatan untuk guru-guru agar bisa membimbing anak sesuai gaya belajar diferensiasi (audio, visual, kinestetik) dengan bekal kecerdasan emosional,” kata Hj. Eva.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh dari Ketua Komite, Korlas beserta jajaran guru SDN Bima yang terus bersemangat meningkatkan kapasitas diri.
Kegiatan yang berlangsung di bulan yang penuh keberkahan ini, Hj Eva berharap menjadi titik balik bagi SDN Bima Kota Cirebon dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang mendukung kesehatan mental dan prestasi siswa secara holistik.

Sementara itu, dalam paparannya, Kak Ifan memperkenalkan konsep TABULARASA sebagai fondasi utama pembentukan karakter melalui Self-Mastery (penguasaan diri).
Adapun 7 komponen krusial yang ditekankan dalam Coaching Clinic tersebut, diantaranya Self-Motivation, yaitu Kemampuan mendorong diri sendiri untuk terus berkembang.,
Perseverance dimana kegigihan dalam mencapai tujuan meski dihadang rintangan., kemudian Self-Control Kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi.
Selain itu, Avoiding Anger, dimana Strategi meredam amarah ekstrem agar komunikasi tetap efektif., lalu Empathy yaitu Memahami perspektif dan perasaan anak tanpa menghakimi dan Late Gratification (Melatih anak menunda kepuasan instan demi hasil yang lebih besar di masa depan dan terakhir) juga Sinergi Pendidik & Orang Tua, dimana Kolaborasi aktif antara sekolah dan rumah.
“Guru dan orang tua yang cerdas secara emosional akan lebih mampu menciptakan ruang belajar yang aman bagi mental anak. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dan bijak secara emosional,” tegas Kak Ifan.
Selain aspek psikologis, kegiatan ini juga membekali guru dengan teknik coaching untuk mengenali gaya belajar siswa yang beragam.
“Dengan memahami apakah seorang anak bertipe Audio, Visual, atau Kinestetik, guru dapat menyajikan materi pembelajaran yang lebih tepat sasaran dan menyenangkan,” pungkasnya. (Cepy)
