Hadapi Lebaran, Iing Daiman : Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terkendali

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) terus melakukan langkah konkret guna menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting).

Salah satu upaya terdekat adalah penyelenggaraan Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Lemahwungkuk.

Hal tersebut disampaikan Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.IP., M.Si., yang juga merupakan pejabat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) saat mendampingi Walikota Cirebon dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Kesambi, Kamis (12/3/26).

Iing menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan harga melalui aplikasi “e-Tuku” dan survei langsung ke pasar-pasar untuk mendata harga komoditas terkini.

“Apa yang kami rilis di media sosial itu adalah bagian dari ikhtiar kami untuk mengendalikan harga pokok di pasar. Besok, kami akan menyelenggarakan Opadi bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Iing Daiman yang juga peraih predikat ASN terbaik ini.

Dalam program Opadi kali ini, lanjutnya,  masyarakat bisa mendapatkan paket komoditi berupa beras, tepung, minyak goreng, dan gula dengan harga yang jauh di bawah pasar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan subsidi besar-besaran untuk meringankan beban masyarakat.

“Harganya menjadi Rp40.000 dari harga normal sekitar Rp96.700. Jadi subsidinya hampir setengahnya lebih. Lokusnya sudah ditentukan oleh Provinsi, kali ini di Kecamatan Lemahwungkuk, setelah sebelumnya dilaksanakan di Harjamukti,” sebut Iing.

Guna memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari kecurangan, DKUKMPP berkoordinasi ketat dengan pihak kewilayahan. Data penerima manfaat diserahkan sepenuhnya kepada camat dan lurah setempat.

“Kami membagikan kupon melalui camat dan lurah agar yang mendapatkan memang yang berhak. Kami berharap warga yang merasa tidak berhak tidak ikut mengantre, karena datanya sudah terkunci dari kelurahan,” tegas Iing.

Terkait kondisi pasar saat ini, Iing mengakui adanya tren kenaikan pada komoditas tertentu seperti daging yang mencapai kisaran Rp160.000 per kilogram.

“Namun, secara umum harga kebutuhan lain masih dalam batas wajar meskipun stabil di angka yang cukup tinggi,” jelasnya.

Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Iing mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Menurutnya, kenaikan permintaan adalah hal yang lumrah saat momentum hari besar karena pola belanja masyarakat yang cenderung ekstra.

“Sejauh ini harga masih terjaga dan terkendali. Kami akan terus melakukan pemantauan rutin dan operasi pasar untuk memastikan stok aman dan harga tetap terjangkau bagi warga Kota Cirebon,” pungkasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *