Hiasi Media Online dan Cetak, Rinna Suryanti Ingatkan Pemkot Cirebon Fokus pada Strategi Ketahanan Ekonomi

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Pernyataan tegas Anggota Komisi 3 DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, ST, menghiasi berbagai lini masa media online dan cetak hari ini, Senin (19/1/26).

Legislator  PAN ini menyoroti perlunya pergeseran paradigma Pemerintah Kota Cirebon dalam menghadapi tahun anggaran 2026, dari ambisi ekspansi besar-besaran menuju penguatan strategi ketahanan ekonomi.

Menurut Teh Rinna sapaan akrabnya, situasi ekonomi tahun 2026 menuntut kewaspadaan tinggi. Ia menilai tantangan fiskal, ketidakpastian global, serta melemahnya daya beli masyarakat adalah ancaman nyata yang harus dijawab dengan kebijakan yang adaptif dan protektif bagi warga lokal.

“Kota Cirebon tidak membutuhkan kebijakan spektakuler, tetapi kebijakan yang melindungi warganya. Jika kita disiplin mengelola anggaran dan memperkuat ekonomi lokal, 2026 akan menjadi tahun ketahanan, bukan awal dari stagnasi,” kata Teh Rinna.

Dalam keterangannya, politisi perempuan ini menjabarkan lima poin utama yang harus menjadi kompas kebijakan Pemkot Cirebon pada 2026, diantaranya : Perlindungan Daya Beli (Menjadikan stabilisasi harga pangan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok sebagai prioritas utama guna menjaga konsumsi rumah tangga, khususnya bagi pekerja informal).

Kemudian Disiplin Fiskal APBD, dimana Teh Rinna mendesak belanja daerah harus lebih selektif. Anggaran wajib dialokasikan pada program padat karya dan infrastruktur skala lingkungan yang menyerap tenaga kerja lokal.

Selanjutnya, Revitalisasi UMKM dengan  mengubah pendekatan UMKM dari sekadar seremonial menjadi lebih substansial, termasuk mempermudah akses pembiayaan dan melibatkan UMKM dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

Optimalisasi PAD yang Humanis: Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) disarankan melalui digitalisasi dan penutupan kebocoran pajak, bukan dengan menaikkan tarif yang memberatkan pelaku usaha.

Selain itu Teh Rinna menyoroti Investasi Selektif, dimana menurutnya, memilih investasi yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi kota dan membuka lapangan kerja bagi warga Cirebon.

Lebih lanjut, Teh Rinna mengingatkan pentingnya kejujuran pemerintah dalam menyampaikan risiko ekonomi kepada publik. Menurutnya, komunikasi yang terbuka mengenai tantangan masa depan sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Mengakui risiko bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk tanggung jawab. Dengan transparansi, kita bisa membangun kebersamaan antara pemerintah dan warga dalam melewati masa-masa sulit,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *