Geger Video Viral Diduga Pesta LGBT Resahkan Warga Cirebon

0
kmc_20260122_180351
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang diduga menampilkan aktivitas pesta kelompok LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Cirebon.

Video yang viral sejak Rabu tersebut memicu gelombang kecaman luas karena dinilai menabrak norma sosial dan nilai religius di Kota Wali.

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pria berjoget mengikuti alunan musik dengan perilaku yang dianggap menyimpang.

Mirisnya, beberapa pria tampak menari berpasangan sesama jenis di atas panggung dengan mengenakan pakaian dalam wanita serta menampilkan gestur provokatif yang dinilai tidak pantas di ruang publik.

Dugaan aktivitas ini semakin diperkuat dengan tersebarnya materi promosi acara yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. Dalam poster digital yang beredar, terpampang visual dua pria dengan busana minim menyerupai pakaian wanita, yang langsung memicu reaksi keras dari warga net dan masyarakat setempat.

Aktivitas terbuka ini dinilai telah mencoreng identitas Kabupaten Cirebon yang selama ini dikenal memegang teguh nilai-nilai keagamaan dan budaya ketimuran yang kuat.

Tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon sekaligus pengamat hukum, Qoribullah, menyatakan keprihatinan mendalam atas fenomena yang terjadi secara vulgar tersebut. Menurutnya, hal ini bukan sekadar persoalan viral di media sosial, melainkan ancaman terhadap tatanan moral daerah.

“Jika benar video ini menggambarkan pesta LGBT yang dilakukan secara terbuka, maka ini sangat memprihatinkan. Cirebon memiliki nilai religius dan kultural yang seharusnya dijaga bersama,” kata Qoribullah, Kamis (22/1/26).

Qoribullah mendesak Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan dan tidak membiarkan aktivitas yang meresahkan ini berlanjut.

“Pembiaran terhadap aktivitas seperti ini berpotensi memicu konflik sosial. Aparat harus segera menyelidiki kebenaran video tersebut dan menindak sesuai hukum yang berlaku demi menjaga kondusivitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak para tokoh agama, ulama, serta pimpinan pondok pesantren untuk berperan aktif dalam membentengi moralitas masyarakat dan menjaga jati diri daerah agar tidak tergerus oleh tren yang menyimpang.

“Ini menyangkut ketertiban sosial dan jati diri daerah kita. Semua elemen harus bersuara untuk memastikan Cirebon tetap menjadi daerah yang bermartabat dan religius,” pungkasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *