Walikota Cirebon Buka Musyawarah Kota PMI Tahun 2026

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Walikota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cirebon Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula PMI Kota Cirebon, Jl. Dr. Sudarsono No. 18, Kamis (30/4/26).

Walikota berharap pelaksanaan Muskot ke-19 ini dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan strategis melalui mekanisme musyawarah dan mufakat.

Ia memberikan apresiasi atas kontribusi nyata PMI yang selama ini telah bersinergi dengan pemerintah dalam pelayanan kemasyarakatan.

“Saya meyakini kepemimpinan selama ini sudah sangat luar biasa. Kontribusinya bagi masyarakat dan pemerintah sangat besar. Kita patut bangga, pada tahun 2025 lalu Kota Cirebon berhasil meraih Rekor MURI untuk donor darah terbanyak dan tercepat,” kata Effendi Edo.

Lebih lanjut, Walikota juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Cirebon yang memiliki kesadaran tinggi dalam mendonorkan darah secara rutin tanpa harus diminta. Ia berharap ke depan PMI dapat terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, dr. H. Muhammad Edial Sanif, Sp.JP, menyampaikan bahwa Muskot ini merupakan proses pembaharuan organisasi.

Ia berharap kepengurusan yang baru nantinya mampu membawa ide-ide inovatif demi kemajuan PMI.

“Berdasarkan undang-undang yang baru, pelaksana PMI adalah pemerintah bersama organisasi PMI itu sendiri. Kedua pihak harus sejalan agar organisasi dapat berjalan dengan baik,” jelas dr. Edial.

dr. Edial juga menyoroti dedikasi para relawan PMI yang selalu sigap berada di garda terdepan saat terjadi bencana di wilayah Cirebon.

Selain itu, ia menjelaskan kondisi ketersediaan stok darah yang sangat dinamis.

“Kesadaran donor darah di kota ini terus meningkat. Perlu diketahui bahwa hampir 80 persen distribusi darah kami digunakan oleh masyarakat dari luar Kota Cirebon. Stok darah harian memang sangat fluktuatif karena tergantung pada kondisi di lapangan, seperti kebutuhan persalinan maupun kejadian darurat lainnya,” pungkasnya.

dr Edial berharap Muskot ini menjadi pijakan baru bagi PMI Kota Cirebon untuk tetap menjadi lembaga kemanusiaan yang mandiri, profesional, dan dicintai masyarakat. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *