SMK Negeri 2 Cirebon Gelar Pesantren Ekologi Berbasis Model Pancaniti

0
IMG20260225105143
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – SMK Negeri 2 Cirebon melakukan terobosan dalam membentuk karakter peserta didik melalui program “Pesantren Ekologi, Menanam Bukan Sekadar Pohon”.

Kepala SMK Negeri 2 Cirebon, H. Yayat Hidayat, S.Pd., M.M.Pd., melalui Wakasek Kesiswaan, Indra Maulana, menyampaikan bahwaProgram ini mengombinasikan pendidikan lingkungan hidup dengan penguatan spiritualitas Islam.

“Bertujuan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap alam,” kata Indra disela kegiatan pesantren kilat di sekolah setempat, Jl. Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (26/2/26).

Indra Maulana, menambahkan bahwa program ini lahir dari kesadaran bahwa bumi adalah ruang belajar yang paling jujur.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan sederhana seperti menyiram tanaman atau memungut sampah adalah fondasi dari pertumbuhan karakter.

“Menanam pohon bukan cuma aktivitas praktik lapangan, ia adalah latihan hati. Kita belajar sabar dari pohon yang tumbuh pelan, belajar rendah hati dari tanah, dan belajar mengalir tanpa merusak dari air,” ujar Indra Maulana.

Dijelaskannya, program tersebut menekankan bahwa karakter terbentuk bukan saat seseorang diperhatikan, melainkan saat ia memilih tetap berbuat benar dalam sunyi, seperti merawat tanaman meski tidak ada yang melihat.

“Pesantren Ekologi ini menggunakan struktur Pancaniti, sebuah model pembelajaran mendalam yang terdiri dari lima tahapan untuk mengkristalkan nilai-nilai lingkungan menjadi jati diri,” tandasnya.

Dimana, poin penting dari jati diri meliputi, Niti Harti (Mengerti): Memahami fenomena lingkungan melalui pancaindra. Niti Surti (Memahami): Menghayati informasi menjadi empati dan rencana aksi. Niti Bukti (Membuktikan): Melakukan aksi nyata dan eksperimen di lapangan.

Hal lainnya, Niti Bakti (Mengejawantahkan): Mengimplementasikan hasil belajar secara konsisten dan reflektif serta Niti Sajati (Menemukan Kebenaran): Tahap di mana nilai ekologis menjadi karakter utuh (Waluya).

“Sinergi ini bertujuan agar pembelajaran bersifat Mindful (sadar penuh), Meaningful (bermakna), dan Joyful (menyenangkan),” ungkapnya.

Selain fokus pada pelestarian alam seperti pembuatan kompos dan meminimalkan sampah (penggunaan tumbler), para siswa juga dibekali dengan penguatan aspek religius.

Adapun kegiatan harian di Pesantren Ekologi ini meliputi, Salat fardu dan Duha berjamaah, Tadarus Al-Qur’an, Program Hafiz Qur’an serta Pemberian materi keislaman sebagai bentuk perwujudan peran manusia sebagai khalifah (pemimpin/penjaga) di muka bumi.

Melalui program tersebut , sambungnya, SMK Negeri 2 Cirebon berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini tidak hanya memberikan keteduhan fisik di masa depan, tetapi juga menumbuhkan akar karakter yang kuat bagi para siswa di tengah tantangan zaman.

“Hari ini kita menanam pohon. Besok, pohon itu yang akan menanam kebaikan dalam diri kita. Kami ingin melahirkan generasi yang mau memulai, mau mencoba, dan bertanggung jawab pada tempat mereka berpijak,” pungkas Indra. (Cepy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *