Jalan Menuju SDN IV Klayan Bak Kubangan, Keselamatan Siswa dan Warga Jadi Taruhan
Oplus_0
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Ironi infrastruktur terjadi di Desa Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Jalan Soban, yang merupakan akses vital menuju SD Negeri Klayan IV dan terletak tak jauh dari kantor desa, kini dalam kondisi memprihatinkan. Bukannya mulus sebagai penunjang aktivitas pendidikan, jalan ini justru menyerupai “kubangan” batu dan lubang akibat eksploitasi kendaraan berat proyek perumahan.
Kerusakan ini bukan tanpa sebab. Aktivitas truk pengangkut material proyek yang melintas secara intensif selama bertahun-tahun dituding menjadi biang keladi hancurnya aspal.
Kondisi ini diperparah dengan absennya pemeliharaan berkala, baik dari pihak pengembang yang menggunakan akses tersebut maupun dari Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Bagi warga setempat, jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, melainkan ancaman keselamatan. Cecep, salah seorang warga Desa Klayan, mengungkapkan bahwa kecelakaan kecil kini menjadi pemandangan biasa.
“Truk bolak-balik terus, tapi jalannya dibiarkan rusak. Sudah ada warga yang tergelincir masuk lubang sampai luka-luka. Jangan sampai ada korban jiwa baru semua sibuk bertindak,” keluh Cecep, Jumat (6/3/26).
Kritik tajam pun mengarah pada etika bisnis pengembang perumahan di wilayah tersebut. Masyarakat menilai pihak pengembang hanya mengeruk keuntungan dari penjualan unit rumah, namun menutup mata terhadap dampak lingkungan dan kerusakan infrastruktur yang mereka timbulkan.
Seharusnya, sesuai aturan mengenai Amdal Lalu Lintas dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembang memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga kondisi jalan yang mereka lalui.
Kini, warga masih menunggu langkah konkret dari otoritas terkait serta ketegasan aparat kecamatan untuk menegur pihak pengembang.
“Kami hanya ingin perbaikan jalan segera, penambalan jalan rusak atau pengaspalan sebelum kerusakan semakin meluas, Pembatasan tonase atau komitmen tertulis dari pengembang untuk bertanggung jawab penuh atas kerusakan jalan di masa mendatang,” ucapnya.
Menurutnya, jangan sampai pembangunan perumahan yang digadang-gadang meningkatkan ekonomi daerah justru menjadi beban dan sumber bahaya bagi warga lokal yang sudah lebih dulu bermukim di sana. ***
