Dukung Skema 5 Hari Kerja, Ketua Forum K3S Harjamukti : Lebih Efisien, Pro-Keluarga dan Pastikan PBM Tetap Optimal

0
IMG20260404091841
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon untuk menerapkan skema lima hari kerja dan kebijakan Work From Home (WFH) pada hari Jumat mendatang mendapat dukungan penuh dari kalangan pendidik.

Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Harjamukti menyatakan kesiapannya dalam menyesuaikan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Ketua Forum K3S Kecamatan Harjamukti, Yusuf Hidayat, S.Pd., mengungkapkan bahwa pihak sekolah pada prinsipnya bersikap loyal terhadap aturan yang ditetapkan oleh kementerian maupun dinas terkait.

Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan dan mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa.

Yusuf menjelaskan bahwa perubahan dari enam hari kerja menjadi lima hari kerja berdampak pada pergeseran jadwal pelajaran. Hari Sabtu yang sebelumnya merupakan hari sekolah, kini dialihkan ke hari Senin hingga Jumat.

“Untuk PBM (Proses Belajar Mengajar) hari Sabtu kita geser ke hari Jumat. Karena waktunya hanya 35 jam pelajaran per pertemuan, kami melakukan pemadatan jadwal. Para kepala sekolah sudah siap dan sudah kami data semua,” kata Yusuf.

Selain urusan kurikulum, Yusuf menilai kebijakan ini memiliki dampak sosial yang positif, di antaranya kedekatan Keluarga dimana dengan libur hari Sabtu memberikan kesempatan bagi ASN dan tenaga pendidik untuk mempererat hubungan dengan anak dan keluarga.

Selain itu, masih kata Yusuf, efisiensi Ekonomi mengurangi beban pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) bagi para pegawai.

Berdasarkan data K3S, terdapat 43 sekolah di Kecamatan Harjamukti yang terdiri dari 36 sekolah negeri dan 8 sekolah swasta yang seluruhnya telah menyatakan kesiapan teknis untuk memulai skema baru ini pada Jumat pekan depan.

Di sisi lain, Yusuf menitipkan harapan agar efisiensi yang dihasilkan dari kebijakan lima hari kerja ini dapat berdampak pada perbaikan sarana prasarana pendidikan.

“Harapan saya, dengan adanya efisiensi dari lima hari kerja ini, pemerintah bisa melihat kondisi sekolah yang masih kekurangan bangunan. Semoga bisa direvitalisasi atau dikembangkan bangunan baru bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penerapan WFH dan skema lima hari kerja ini sendiri direncanakan mulai berjalan serentak di lingkungan Pemkot Cirebon setelah Surat Edaran (SE) Wali Kota resmi diterbitkan pada awal pekan depan. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *