Apresiasi OJK Cirebon, Wakil Walikota : Literasi Keuangan adalah Instrumen Ketahanan Keluarga
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Wakil Walikota Cirebon secara resmi membuka acara edukasi literasi dan sosialisasi keuangan yang diinisiasi oleh OJK Cirebon bekerja sama dengan Majelis Taklim Asy Syifa di Ballroom Resto Bandar Djakarta, Kamis (23/4/26).
Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK dan seluruh panitia yang dinilai tak kenal lelah memberikan pemahaman literasi keuangan kepada masyarakat.
Siti Farida menekankan bahwa tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Kartini Melalui Edukasi Keuangan yang Berkelanjutan” merupakan bentuk emansipasi modern yang sangat relevan.
Wakil Walikota menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini saat ini harus ditransformasikan ke dalam konteks kesejahteraan keluarga melalui literasi keuangan. Ia menyebut ibu-ibu, khususnya yang tergabung dalam Majelis Taklim, sebagai sosok manajer keuangan di rumah tangga.
“Di tangan ibu-ibulah keputusan untuk membelanjakan, menabung, atau berinvestasi ditentukan. Jika seorang ibu memiliki pemahaman keuangan yang baik, maka dia sedang membangun fondasi ekonomi yang kokoh bagi keluarganya, dan pada gilirannya bagi perekonomian Kota Cirebon,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Walikota memberikan pandangan menarik mengenai makna perjuangan Kartini di era modern. Jika dahulu Kartini berjuang agar perempuan tidak mudah dibodohi melalui pendidikan, kini perempuan harus cerdas agar tidak “terjajah” oleh masalah finansial.
“Dalam dunia modern ini, ‘dijajah’ bukan lagi secara fisik, melainkan terjerat gaya hidup konsumtif, tidak memahami perencanaan jangka panjang, atau terperangkap dalam praktik pinjaman yang tidak sehat,” jelasnya di hadapan para peserta.
Untuk diketahui, selain literasi keuangan acara tersebut dimeriahkan dengan gelaran fashion show dari organisasi kewanitaan seluruh Kota Cirebon.
Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus mendorong literasi keuangan melalui kelompok komunitas yang guyub seperti Majelis Taklim.
Menurutnya, edukasi di lingkungan yang suportif akan jauh lebih efektif dibandingkan sosialisasi formal yang kaku.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk Mempraktikkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, Mendiskusikan kembali perencanaan keuangan di lingkungan keluarga juga Menularkan kesadaran finansial kepada tetangga dan lingkungan sekitar.
“Mari kita jadikan edukasi keuangan ini sebagai bagian dari ibadah dalam menjaga amanah rezeki, sekaligus wujud nyata penghormatan terhadap perjuangan pahlawan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas diri dan keluarga,” pungkasnya. (Cepy)
