Kinerja Ekspor Kabupaten Cirebon Tunjukkan Tren Positif Tiga Tahun Terakhir
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat nilai ekspor terus meningkat sejak 2023 hingga 2025.
Pada 2023, total nilai ekspor tercatat sebesar 354,59 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat signifikan pada 2024 menjadi 423,89 juta dolar AS.
Sementara pada 2025, nilai ekspor kembali naik menjadi 432,05 juta dolar AS, meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih moderat.
Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono mengatakan, tren tersebut menjadi indikator positif bagi kinerja industri pengolahan di daerah.
“Secara umum kinerja ekspor kita menunjukkan tren yang terus menguat dalam tiga tahun terakhir,” kata Suhartono.
Menurutnya, penguatan ekspor tidak terlepas dari kontribusi sejumlah komoditas unggulan, terutama rotan dan furnitur.

Untuk komoditas rotan dan furnitur, nilai ekspor tercatat sebesar 102,79 juta dolar AS pada 2023. Nilai tersebut melonjak pada 2024 menjadi 156,97 juta dolar AS.
Namun pada 2025, nilai ekspor rotan dan furnitur tercatat sebesar 126,84 juta dolar AS, yang masih menunjukkan kontribusi besar terhadap total ekspor.
Selain rotan, produk tekstil dan produk tekstil juga menunjukkan kinerja positif dalam periode yang sama.
Nilai ekspor tekstil tercatat sebesar 63,15 juta dolar AS pada 2023, kemudian meningkat menjadi 93,22 juta dolar AS pada 2024. Pada 2025, nilai ekspor tekstil kembali naik menjadi 93,59 juta dolar AS.
Suhartono menjelaskan, meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas, tren umum ekspor Kabupaten Cirebon tetap mengarah pada penguatan.
Ia menyebutkan, industri rotan misalnya, masih menghadapi ketergantungan bahan baku impor, terutama untuk kebutuhan finishing seperti pernis berbahan dasar minyak bumi.
“Memang ada dampak dari bahan baku impor, tetapi tidak terlalu signifikan terhadap kinerja ekspor,” katanya.
Selain itu, peningkatan juga terjadi pada jumlah pelaku industri, baik industri kecil dan menengah (IKM) maupun industri besar.
Menurutnya, bertambahnya pelaku usaha berdampak pada peningkatan kapasitas produksi serta kualitas produk.
Disperdagin Kabupaten Cirebon pun optimistis tren penguatan kinerja ekspor dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, seiring upaya peningkatan efisiensi dan inovasi industri. (Cepy)
