Sukses Inisiasi Desain Asesmen Sumatif Berbasis Digital, Dewi Pujiati Raih Penghargaan Among Gemi 2026

0
oplus_2

oplus_2

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Kesambi dimeriahkan dengan penganugerahan penghargaan bergengsi Among Gemi (Apresiasi Pamong Guru Kesambi) yang digelar di Auditorium Pelita Bangsa, Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (20/5/26) sore.

Dalam ajang tersebut, torehan prestasi gemilang berhasil diraih oleh Dewi Pujiati, S.Pd yang kini bertugas sebagai Kepala SDN Suradinaya. Ia resmi dinobatkan sebagai Juara Kepala Sekolah dalam kategori Desain Asesmen Sumatif tingkat Kecamatan Kesambi.

Piagam penghargaan ini diserahkan sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kesambi bersama Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK-KKG) Kesambi.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen Dewi dalam melahirkan inovasi pengelolaan pembelajaran serta evaluasi di tingkat satuan pendidikan.

Atas raihan prestasi tersebut, Dewi Pujiati mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menjelaskan bahwa melalui ajang Among Gemi ini, pihaknya ingin mengukur sejauh mana efektivitas dan pertumbuhan pemanfaatan teknologi di sekolah, salah satunya optimalisasi papan interaktif digital (smartboard).

“Kami bersyukur, dari ajang ini apa yang dicita-citakan untuk mengukur tujuan kegiatan bisa terlihat. Terutama mengenai pertumbuhan pemanfaatan papan interaktif digital (smartboard) oleh guru-guru di sekolah,” kata Dewi yang juga Ketua K3S Kecamatan Kesambi ini.

Ia berharap, potret pemanfaatan teknologi ini dapat menjadi peta data yang jelas bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon bahwa Kecamatan Kesambi telah bergerak maju memaksimalkan digitalisasi sekolah.

Lebih lanjut, Dewi menekankan bahwa sejak tahun sebelumnya, pihaknya memang sangat konsen terhadap indikator kualitas pendidikan, di mana salah satu tolok ukur utamanya berada pada proses evaluasi atau asesmen.

Menurutnya, sekolah harus semakin terbuka terhadap berbagai jenis asesmen yang direncanakan secara matang.

“Satuan pendidikan harus mampu mengupayakan proses asesmen yang terencana dengan baik. Jika prosesnya matang, tentu output-nya akan berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan, prestasi siswa, dan seterusnya,” tandasnya.

Melalui program Among Gemi ini, Dewi berharap Kecamatan Kesambi dapat memberikan sumbangsih nyata bagi dunia pendidikan melalui apresiasi terhadap kinerja keseharian para pendidik yang dikemas secara sederhana namun bermakna.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus bergerak, bertumbuh ke arah yang lebih baik, dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi positif untuk Kota Cirebon, Jawa Barat, hingga Indonesia,” pungkasnya.

Penghargaan yang diraih oleh Kepala SDN Suradinaya ini pun menuai pujian dari berbagai pihak.

Publik berharap, inovasi desain asesmen sumatif ini mampu menjadi pemantik inspirasi bagi para kepala sekolah dan tenaga pendidik lainnya di Kota Cirebon untuk terus bertransformasi di era Merdeka Belajar. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *