Gunakan Bantuan Pusat Rp 1 Miliar, SMKN 2 Cirebon Revitalisasi Ruang Praktik Perhotelan
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Guna meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan proses belajar mengajar, SMKN 2 terus berbenah mematangkan fasilitas penunjang bagi para siswanya.
Salah satu langkah konkret yang kini tengah berjalan adalah renovasi total Ruang Praktik Siswa (RPS) program keahlian Perhotelan yang lokasinya berada persis di area depan, tidak jauh dari pintu masuk sekolah.
Proyek peremajaan fasilitas ini bersumber dari bantuan revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dengan nilai anggaran mencapai Rp 1 miliar.
Kepala Sekolah SMKN 2 Cirebon H. Yayat Hidayat, S.Pd., M.M., melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMKN 2 Cirebon, Agus Mulyono mengungkapkan bahwa pihak sekolah sangat bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu penerima manfaat.
Mengingat, proses pengajuan program bantuan tata kelola ini harus melalui tahapan seleksi yang panjang dan ketat, bersaing dengan ribuan sekolah lain di Indonesia.
“Alhamdulillah, melalui proses pengajuan tata kelola yang panjang sejak beberapa tahun lalu, dari ribuan sekolah yang mengajukan, SMKN 2 berhasil menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi RPS Perhotelan ini,” kata Agus, Jumat (5/6/36).
Agus menjelaskan, anggaran sebesar Rp 1 miliar tersebut dialokasikan penuh untuk membenahi titik-titik penting pada bangunan RPS Perhotelan yang kondisinya sudah mendesak untuk diperbaiki. Fokus utama pekerjaan meliputi rehabilitasi atap yang rusak serta peremajaan fasad (wajah depan) bangunan.
“Semua fasilitas sebenarnya mendesak untuk diperbaiki, tetapi yang paling prioritas saat ini adalah ruang praktik ini. Selain fungsinya vital, posisinya di depan, sehingga kalau direnovasi akan membuat wajah sekolah tampak lebih cantik, bersih, dan menarik,” jelasnya.
Proyek revitalisasi ini ditargetkan memakan waktu pengerjaan selama 15 minggu.
Saat ini, progres pembangunan baru memasuki minggu kelima. Pihak sekolah berharap pengerjaan bisa rampung tepat waktu, atau bahkan lebih cepat, dengan tetap menjaga kualitas mutu bangunan.
Lebih lanjut, Agus menekankan bahwa bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi seperti ini menjadi urat nadi utama bagi pengembangan infrastruktur sekolah.
Terlebih, saat ini sekolah berkomitmen penuh membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tanpa adanya pungutan.
“Sekarang sekolah benar-benar tidak dipungut biaya, siswa gratis. Jadi kami murni mengandalkan bantuan dari Kementerian dan Provinsi. Bantuan ini sangat membantu kami,” tegasnya.
Pihak SMKN 2 berharap, kesuksesan dan transparansi pengerjaan proyek RPS Perhotelan ini dapat meningkatkan kepercayaan pemerintah pusat kepada pihak sekolah.
Pasalnya, SMKN 2 mencatat masih ada sekitar 15 titik fasilitas lain di lingkungan sekolah yang memerlukan perbaikan serupa di masa mendatang.
“Jika pengerjaannya cepat selesai dan hasilnya bagus, harapan kami ke depan ketika ada program bantuan lagi, SMKN 2 bisa kembali dipercaya oleh pemerintah,” pungkas Agus. (Cepy)
