Refleksi Hari Jadi ke-599,  Rinna Suryanti Minta Tema Manunggal Winangun Caruban Diwujudkan Nyata 

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599 tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi arah masa depan daerah. Mengusung tema besar “Manunggal Winangun Caruban”, perayaan sejarah panjang ini menegaskan pentingnya sinergi nyata dan kolaborasi mutlak antar-elemen demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang konkret.

Rangkaian peringatan yang berlangsung khidmat pada Selasa (16/6/26) ini diawali dengan Upacara Peringatan di Alun-alun Kejaksan, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon.

Menanggapi esensi dari tema hari jadi tahun ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menegaskan bahwa “Manunggal Winangun Caruban” harus diresapi dan diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh pemangku kebijakan.

Perempun yang akrab disapa Teh Rinna ini menyampaikan bahwa tolok ukur keberhasilan sebuah kota terletak pada dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakatnya.

“Tema ‘Manunggal Winangun Caruban’ ini memiliki makna mendalam tentang persatuan untuk membangun Cirebon. Oleh karena itu, makna ini harus betul-betul diimplementasikan. Pembangunan Kota Cirebon harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Teh Rinna usai mengikuti Rapat Paripurna di Griya Sawala.

Sebagai legislator, Teh Rinna menyoroti tiga poin utama yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah saat ini. Pertama, Pemerataan infrastruktur di seluruh wilayah kota. Kedua, Peningkatan kualitas fasilitas publik agar lebih ramah warga. Ketiga, Pelayanan dasar yang prima, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Menurutnya, refleksi usia ke-599 ini wajib dibarengi dengan evaluasi terhadap sejumlah pekerjaan rumah (PR) daerah yang belum tuntas. Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi seluruh pengambil kebijakan untuk lebih aktif mendengarkan aspirasi dari arus bawah.

Sebelumnya, dalam Upacara Peringatan di Alun-alun Kejaksan, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menjabarkan filosofi mendalam di balik tema hari jadi tahun ini. Di hadapan unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelajar, ia mengajak semua pihak membuang ego sektoral.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Siti Farida Rosmawati, Effendi Edo mengakui tantangan zaman tidak bisa lagi dihadapi dengan pola kerja yang biasa-biasa saja.

“Hari ini, Cirebon menapaki usia 599 tahun. Sebuah angka yang bukan sekadar deret waktu, melainkan akumulasi dari ketahanan sosial, dinamika budaya, dan sejarah panjang peradaban,” ungkap Wali Kota.

Secara etimologis dan tata kelola, Wali Kota menguraikan tiga pilar utama dari tema tersebut yakni, Manunggal: Menuntut adanya persatuan yang kokoh. Winangun: Memiliki arti bergerak membangun dan Caruban: Identitas asli Cirebon yang lahir dari peleburan berbagai unsur budaya (Jawa, Sunda, Arab, Tionghoa, dan pesisir).

“Dalam tata kelola pemerintahan hari ini, Manunggal Winangun Caruban bermakna kolaborasi mutlak. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus menjadi bagian dari mesin penggerak pembangunan,” tegas Effendi Edo.

Semangat gerak serentak ini terbukti telah membuahkan hasil nyata sepanjang tahun 2026. Salah satu capaian paling prestisius yang diraih adalah Penghargaan Terbaik Pertama Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa dan Bali dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Prestasi ini menjadi indikator valid bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan bersama oleh jajaran eksekutif, legislatif, dan instansi terkait, berhasil menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat Kota Cirebon di tengah dinamika global. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *