Optimalkan Keselamatan Jalan, Dani Jaelani Apresiasi Langkah Uji Coba 4 Fase APILL oleh Dishub Kota Cirebon
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Langkah taktis Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon dalam melakukan rekayasa lalu lintas mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Dani Jaelani, Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kota Cirebon yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Payung Suci.
Dani Jaelani secara terbuka mengapresiasi kebijakan Dishub Kota Cirebon yang mengubah pengaturan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dari 3 fase menjadi 4 fase di dua titik yakni Simpang 4 Alun-Alun Kejaksan dan Simpang 4 Diklatpri (Jl. Cipto–Pemuda–Sudarsono).
“Pengaturan baru ini sangat tepat. Pada Simpang 4 Alun-Alun Kejaksan, pemisahan fase dilakukan antara arus dari arah Balaikota dan Pasar Pagi. Sementara di Simpang 4 Diklatpri, pemisahan dilakukan antara arus dari arah Jl. Sudarsono dan Jl. Pemuda. Dengan begini, titik konflik pergerakan kendaraan yang saling bersilangan (crossing) bisa dihilangkan, keselamatan pengguna jalan meningkat, dan risiko kecelakaan dapat diminimalkan,” kata Dani, Selasa (30/6/26).
Dani mengungkapkan bahwa sejak Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon yang baru menjabat, pihaknya telah membangun ruang diskusi intensif untuk membenahi sektor perhubungan.
Berbekal kompetensi dasar (basic competency) di bidang perhubungan darat yang dimiliki Kadishub, Dani optimis perubahan ke arah yang lebih baik tengah berjalan.
“Sejak beliau menjabat, saya langsung mengajak diskusi untuk membenahi tata kelola tertib lalu lintas, perparkiran, hingga penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Dari diskusi tersebut, kami sempat menyodorkan konsep ‘5 PR’ (Pekerjaan Rumah) bagi Dishub. Alhamdulillah, secara bertahap konsep yang jelas itu mulai diwujudkan melalui aksi nyata,” ungkapnya.
Menurut Dani, pembenahan yang dimulai dari persimpangan adalah langkah yang sangat strategis.
“Tertib itu memang harus dimulai dari simpang dulu, karena simpang itu adalah jantungnya kota,” tegasnya.
Sebagai perwakilan masyarakat dan komunitas, Dani Jaelani juga menitipkan tiga harapan besar sebagai kelanjutan dari aksi nyata Dishub Kota Cirebon demi mewujudkan kota yang RAN (Rapih, Aman, Nyaman).
“Pertama, Tertib Lalu Lintas, menjamin lampu APILL dan marka jalan terlihat jelas agar warga semakin patuh. Jika persimpangan sudah aman, langkah selanjutnya adalah mendorong budaya tertib berkendara,” sebutnya.
Kedua, lanjut Dani, Penataan Parkir, mengatur zona parkir on-street secara tegas agar tidak memakan bahu jalan utama, sehingga laju kendaraan tidak tersumbat.
“Lalu ketiga, Penataan PKL, mendukung perputaran ekonomi UMKM namun tetap tertata rapi di zona/titik yang telah ditentukan. Tujuannya agar estetika kota terjaga dan pedagang bisa berjualan dengan nyaman,” jelasnya.
Di akhir penyataannya, Dani Jaelani menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dari seluruh stakeholder di Kota Cirebon demi kemajuan daerah.
“Hasil akhirnya adalah Cirebon yang Rapih jalannya, Aman berkendaraan, serta Nyaman buat jualan dan nongkrong. Libatkan setiap langkah kita. Manakala pemerintah, warga, pedagang, dan komunitas jalan bareng, Cirebon pasti makin tertata,” pungkas Dani. (Cepy)
