Rawat Kemabruran, Kemenhaj Kota Cirebon Serahkan Jamaah Haji 2026 ke IPHI
oplus_2
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon secara resmi menyerahkan jamaah haji Kloter 23 musim haji 2026 kepada Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Cirebon.
Prosesi serah terima ini berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Jl. Terusan Pemuda By Pass, Kota Cirebon, Rabu (8/7).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, H. M. Ikbal Sugiana, kepada Ketua IPHI Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati.
Ketua IPHI Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jamaah dalam kondisi selamat. Ia menegaskan, IPHI siap menjadi wadah bagi seluruh jamaah haji tahun 2026 untuk melanjutkan berbagai kegiatan keumatan.
“Alhamdulillah, dari total 278 jamaah haji tahun 2026 ini kembali dengan selamat. Hari ini serah terima dari Kemenhaj ke IPHI Kota Cirebon. Kebetulan saya per hari ini masih menjabat sebagai ketua. Mudah-mudahan bersama keluarga besar IPHI, kita bisa terus melakukan bimbingan dan pembinaan,” kata Eti Herawati.
Eti berharap, melalui IPHI, tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antar-jamaah terus terjalin erat. Menurutnya, esensi dari haji mabrur tidak boleh berhenti saat meninggalkan tanah suci Mekah, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di tanah air.
“Harapannya kebersamaan terus terjalin dan kegiatan keumatan terus dilakukan. Sepulangnya dari berhaji, betul-betul dilaksanakan agar menjadi haji mabrur. Jadi tidak sebatas waktu berada di Mekah saja, sampai sini minimal kekeluargaan kita terus terjaga,” jelasnya.
Eti menambahkan bahwa IPHI sudah mengagendakan sejumlah kegiatan kemasyarakatan dalam waktu dekat, salah satunya bakti sosial pembagian sembako besok Kamis (9/7).
Sementara itu, Plt Kepala Kemenhaj Kota Cirebon, H. M. Ikbal Sugiana menjelaskan bahwa penyerahan ini merupakan langkah strategis untuk merawat kemabruran para jamaah pasca menunaikan rukun Islam kelima.
“Maksud dan tujuan penyerahan ini adalah agar kemabruran jamaah haji asal Kota Cirebon, khususnya Kloter 23 tahun 2026 ini, harus kita rawat bersama. Salah satu bentuk merawatnya adalah dengan menitipkan mereka ke IPHI agar bisa bergabung dan bersilaturahmi dalam berbagai kegiatan positif,” ungkap Ikbal.
Ikbal memaparkan, sebanyak 278 jamaah haji tahun 2026 ini nantinya akan membaur dengan alumni jamaah haji dari tahun-tahun sebelumnya (2024 dan 2025) di bawah naungan IPHI Kota Cirebon.
Terkait dinamika kepulangan, Ikbal mengklarifikasi mengenai kondisi jamaah yang sempat dikabarkan tertinggal di Madinah karena sakit menjelang pemulangan pada pertengahan Juni lalu.
“Alhamdulillah, jamaah haji yang kemarin pas persiapan mau pemberangkatan tanggal 17 Juni itu gagal berangkat karena sakit, saat ini telah kembali ke Indonesia dengan selamat dan sehat. Jadi dari total 278 jamaah Kota Cirebon, semuanya sudah kembali ke tanah air,” ucapnya.
Secara rinci ia menjelaskan, gelombang utama kepulangan tiba di Kota Cirebon pada 18 Juni 2026 sebanyak 276 orang, sementara dua jamaah lainnya pulang secara terpisah (satu orang pulang mendahului dan satu orang terakhir pasca-pemulihan kesehatan).
Terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Ikbal memaparkan bahwa jajaran Kementerian Agama telah melakukan evaluasi nasional pelaksanaan haji tahun 2026 di Jakarta.
Secara umum, operasional haji tahun ini dinilai berjalan dengan baik, meski ada beberapa catatan krusial untuk perbaikan musim haji tahun 2027, terutama menyangkut fasilitas di Mina.
“Secara umum pelaksanaan haji berjalan baik. Namun kami tidak memungkiri ada hal-hal yang harus diperbaiki di tahun 2027, dan itu sudah dicatat pada evaluasi di Jakarta kemarin. Salah satunya adalah pelayanan di Mina,” paparnya.
Keterbatasan lahan di Arafah dan Mina diakui menjadi tantangan utama yang memicu kepadatan pelayanan.
“Di Mina itu lahannya memang sangat terbatas. Saat ini sistem tendanya masih berada di hamparan bawah (landed). Ke depan, salah satu opsinya mungkin bisa dipikirkan pembangunan secara vertikal (ke atas) untuk menambah kapasitas penampungan jamaah sekaligus mengurangi kepadatan di Mina,” pungkas Ikbal. (Cepy)
