Tangis Pilu di Balik Amuk Massa: “Ayah, Kalau Sudah Dapat Uang Cepat Pulang, Di Rumah Tak Ada Beras”

0
Oplus_0

Oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Bali – Sebuah pesan polos dari seberang telepon seketika membungkam riuhnya lokasi amuk massa di Tabanan, Bali, Jumat (24/7/26) dini hari.

Di saat tubuh seorang pria tergeletak tak bernyawa usai dihakimi warga karena diduga mencuri ayam aduan, ponsel miliknya mendadak berdering.

Seorang warga memberanikan diri mengangkat panggilan itu. Tanpa tahu sang ayah telah tiada, suara anak kecil terdengar dari balik pengeras suara:

“Ayah, kalau sudah dapat uang, cepat pulang. Di rumah sudah tidak ada beras…”

Seketika, kerumunan warga terdiam paku. Amarah yang tadinya membumbung mendadak berubah menjadi penyesalan mendalam.

Pria asal Desa Sidetapa, Buleleng tersebut diketahui nekat tak kunjung pulang demi mencari uang Rp2,7 juta untuk membayar SPP sekolah anaknya yang masih duduk di kelas 1 SD.

Video tangis histeris sang anak saat menyambut jenazah ayahnya kini tular di media sosial dan memicu duka luas. Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, menyayangkan aksi main hakim sendiri tersebut.

“Kesalahan orang pasti ada, tetapi jangan hanya gara-gara mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang. Negara kita adalah negara hukum,” tegasnya dikutip dari kompas.com.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi nilai kemanusiaan kita. Di balik kemarahan warga dan tindakan main hakim sendiri, ada seorang anak kecil yang kini harus kehilangan pilar hidupnya tanpa pernah tahu sang ayah tak akan pernah kembali membawa beras yang dijanjikan.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *