Dorong Cirebon Jadi Kota Syahbandar, CEO Grage Group Dekon Gunawan Ajak Diaspora Bangun Daerah
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – CEO Grage Group, Dekon Gunawan Boediman, menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kota Cirebon.
Ia menginginkan Cirebon tidak hanya sekadar menjadi kota transit atau lintasan, melainkan destinasi utama investasi dan pusat peradaban yang maju.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Peresmian Gedung Sekretariat Daerah, Relaunching Grage City Hub, serta Apel Kesiapsiagaan Hidrometeorologi Kering yang berlangsung di Grage City Hub, Jalan Jend. Ahmad Yani No. 1, Pegambiran, Kota Cirebon, Selasa (11/8/26).
Dalam penyampaiannya, Dekon menyayangkan jika potensi besar Cirebon tidak dimanfaatkan secara optimal hingga meredup di masa depan.
CEO Grage Group mengajak para diaspora asal Cirebon yang telah sukses di luar daerah untuk kembali dan berkolaborasi membangun tanah kelahirannya.
“Kota Cirebon memiliki modal sejarah dan infrastruktur yang sangat lengkap. Secara geografis dan aksesibilitas, kita punya pelabuhan, jalan tol, jalur kereta api, hingga akses bandara. Secara budaya, kita memiliki Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, serta peninggalan sejarah yang sangat kaya,” kata Dekon.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan dan rekam jejak sejarah sejak era Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) menunjukkan bahwa Cirebon sejak dahulu merupakan kota peradaban dan pusat perdagangan dunia.
“Secara historis, tidak ada cerita kota pelabuhan itu miskin ekonomi maupun peradaban. Semua unsur budaya dan perdagangan masuk ke sini. Kita perlu mengolah seluruh potensi dan manuskrip sejarah yang ada untuk mengembalikan kejayaan Cirebon sebagai ‘Kota Syahbandar’,” tandasnya.
Dekon berharap penguatan potensi daerah ini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara masif sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Mimpi saya sederhana, warga Cirebon harus sejahtera dan kaya di negerinya sendiri. Ini juga sejalan dengan pesan luhur Sunan Gunung Jati, ‘Ingsun titip tajug lan fakir miskin’, yang mengingatkan kita untuk selalu menjaga nilai keagamaan, sosial, dan memelihara kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Cepy)
