Guncang Stadion Bima, 4.013 Penari Sukses Pukau Wali Kota lewat Mahakarya Kolosal Nyi Mas Gandasari

0
IMG-20260817-WA0142
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Pagelaran drama tari kolosal Nyi Mas Gandasari sukses memikat perhatian Wali Kota Cirebon beserta jajaran Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pertunjukan spektakuler ini menjadi salah satu penampil utama dalam rangkaian peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Stadion Madya Bima, Kota Cirebon, Senin (17/8/26).

Harmoni perpaduan musik etnik dan ketepatan gerak dari ribuan penari menyajikan dinamika pertunjukan yang memukau.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jajaran pejabat daerah beserta ribuan penonton yang memenuhi tribun tampak hanyut dan fokus menyaksikan setiap babak adegan.

Sutradara pertunjukan sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Diksar) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr. Ade Cahyaningsih, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran dan kesuksesan penampilan anak-anak didiknya.

Ia menjelaskan bahwa kisah Nyi Mas Gandasari diangkat secara khusus untuk menanamkan nilai perjuangan, ketangguhan, serta semangat nasionalisme kepada generasi muda melalui pendekatan seni pertunjukan.

“Nyi Mas Gandasari mengusung tema perjuangan sosok wanita tangguh dan hebat yang membela tanah kelahirannya, Cirebon. Kami ingin menanamkan jiwa nasionalisme dengan memperkenalkan cerita sejarah yang diejawantahkan dalam bentuk drama kolosal,” kata Dr. Ade Cahyaningsih usai pertunjukan.

Dr. Ade menekankan bahwa pembentukan karakter anak (overt behavior) membutuhkan pembiasaan atau habituasi yang konsisten.

“Melalui seni tari dan drama sejarah ini, para siswa diajarkan nilai persatuan, kerja sama, dan semangat kebangsaan,” tandasnya.

Pertunjukan ini, sebut Dr Ade melibatkan total 4.013 siswa yang berasal dari jenjang SD dan SMP se-Kota Cirebon, baik sekolah negeri maupun swasta.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa persiapan Latihan berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan metode latihan pada tahap awal dilakukan secara tersebar di pusat-pusat sekolah (seperti SMPN 13 Kota Cirebon), dilanjutkan dengan latihan gabungan di Stadion Bima.

“Para penari melibatkan berbagai sekolah, termasuk sekolah swasta seperti SMP Al-Hikmah, guna mempererat persatuan antarsiswa,” sebutnya.

Selain tarian kolosal, sambung Dr Ade, pagelaran ini juga menampilkan tiga siswa juara lomba bercerita, di mana salah satunya merupakan juara 1 tingkat Provinsi Jawa Barat yang siap melangkah ke tingkat nasional.

Menurut Dr. Ade, pemberian panggung di acara besar tingkat kota merupakan bentuk pengakuan atas eksistensi dan prestasi anak. Hal ini diharapkan mampu memicu motivasi siswa lain untuk terus menggali potensi diri.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memberikan ruang bagi siswa-siswa berprestasi. Apresiasi ini sangat berarti untuk memacu semangat anak-anak dan orang tua,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *