MIRIS !!! Masjid Bersebelahan dengan Sekolah Diduga Ternoda Praktik Maksiat

0
WhatsApp-Video-2026-08-18-at-19.26.39.mp4_snapshot_01.00.827
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Warga kawasan Dukuh Semar mendadak dihebohkan dengan temuan mengejutkan di sekitar Masjid Al-Hidayah.

Tempat ibadah yang berlokasi tepat di belakang bekas terminal dan berdekatan dengan SD Dukuh Semar ini menjadi sorotan tajam setelah warga menemukan barang-barang mencurigakan di area kebun dekat masjid diduga kuat bekas praktik prostitusi.

Kondisi lingkungan yang minim penerangan memicu kekhawatiran besar bahwa area sekitar tempat suci ini sengaja dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk tindakan maksiat yang melanggar norma agama dan hukum.

Tak hanya diterpa isu miring soal lingkungan sekitarnya, kondisi internal Masjid Al-Hidayah pun sangat memprihatinkan.

Selama ini, operasional dan perawatan masjid hanya bergantung sepenuhnya pada isi kotak amal yang nilainya sangat terbatas.

Pengurusan masjid pun tidak bisa dilakukan secara maksimal sepanjang hari.

Marbot Masjid Al-Hidayah, Rija, mengungkapkan bahwa pembersihan area ibadah hanya bisa dilakukan dua kali sehari karena ia harus bekerja mencari nafkah di siang hari.

“Sebenarnya untuk perawatan masjid memang hanya pagi dan sore karena siang saya mencari nafkah. Untuk dananya sendiri hanya dari kotak amal saja,” kata Rija, Selasa (18/8/26).

Temuan barang-barang tak pantas di sekitar masjid memancing reaksi keras dari warga Kota Cirebon.

Hera, salah satu warga yang peduli dengan kebersihan lingkungan tempat ibadah, mengaku sangat prihatin dan menyayangkan pembiaran yang terjadi di kawasan tersebut.

“Saya sangat prihatin adanya berita seperti ini karena barang-barang ini seharusnya tidak ada di sini. Harapan saya Pemerintah Daerah dapat memberikan kesempatan kepada pihak lain yang ingin merevitalisasi kondisi masjid agar menjadi lebih baik,” tandas Hera.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Daerah Kota Cirebon untuk segera mengambil langkah nyata.

Selain bantuan pemeliharaan masjid, warga menuntut pemasangan lampu penerangan jalan yang memadai di sekitar area kebun dan masjid.

Langkah ini dinilai mendesak guna mencegah area tersebut dijadikan ‘sarang’ aktivitas jahiliah dan prostitusi terselubung pada malam hari. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *