HUT ke-29 Harian Umum Kabar Cirebon, Anugerahkan Kabar Cirebon Award 2026 hingga Lestarikan Seni Tari Topeng

0
IMG-20261009-WA0007
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Memperingati hari jadi yang ke-29, Harian Umum Kabar Cirebon sukses menggelar ajang penghargaan bergengsi Kabar Cirebon Award 2026 di Pendopo Bupati Cirebon, Jl. Kartini, Kota Cirebon, Sabtu (3/10/26).

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pihak yang konsisten memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Ketua Panitia Kabar Cirebon Award 2026, Fanny Crishna, menjelaskan bahwa gelaran ini dirancang khusus untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada figur dan instansi yang dinilai berjasa serta proaktif dalam berbagai sektor.

“Tujuan utama acara ini adalah memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang dinilai berjasa dan proaktif dalam pembangunan daerah, pelayanan publik, kegiatan sosial, hingga penguatan ekonomi kerakyatan,” kata Fanny.

Pada penganugerahan tahun ini, tak kurang dari 40 tokoh, pemimpin daerah, serta lembaga dan instansi menerima penghargaan atas dedikasi mereka.

Kategori penerima penghargaan mencakup berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, di antaranya sejumlah kepala daerah meraih penghargaan atas komitmen dalam menghadirkan kepemimpinan kolaboratif serta penguatan nilai-nilai keagamaan di wilayahnya, Lembaga & Instansi, salah satunya, BAZNAS Majalengka dianugerahi penghargaan sebagai lembaga filantropi yang proaktif.

Sementara OJK Cirebon meraih penghargaan atas integritas dan pengawasan konsisten di sektor keuangan.

Penghargaan juga diberikan kepada Anggota DPRD yang dinilai vokal mengawal aspirasi warga baik Kota maupun Kabupaten seciayumajakuning, ketua asosiasi pasar, juga rektor perguruan tinggi.

Hal menarik yang menyedot perhatian para undangan dalam gelaran ini adalah hadirnya pentas seni budaya lokal.

Fanny menegaskan, penampilkan kesenian tradisional merupakan wujud kepedulian media terhadap pelestarian warisan leluhur di tanah Cirebon.

“Siapa lagi kalau bukan masyarakat Cirebon sendiri yang mencintai, melestarikan, dan terus mengembangkan seni tari budaya ini,” kata Fanny.

Keanggunan sekaligus ketegasan seni lokal dibawakan secara apik oleh Keisha Seftiyana Putri Sukmana, atau yang akrab disapa Icha. Siswi kelas 7 SMPN 1 Cirebon tersebut tampil memukau saat memperagakan Tari Topeng Kelana Cirebon.

Tari Topeng Kelana sendiri merupakan bagian dari tradisi Panca Wanda yang sarat akan makna filosofi kehidupan.

Tarian ini melambangkan sifat angkara murka, serakah, penuh amarah, serta cerminan manusia yang belum mampu mengendalikan hawa nafsu. Sisi gelap tersebut disimbolkan melalui topeng berwarna merah menyala yang identik dengan watak temperamental dan berangasan, terinspirasi dari tokoh Kelana Bandopati dalam cerita Panji.

Lewat gerakan yang energik, lincah, dan bertenaga, tarian tersebut berhasil menyajikan pertunjukan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan pesan moral bagi seluruh hadirin yang hadir. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *