Tatap Pesta Demokrasi, PKB Kota Cirebon Konsolidasi Total, Incar Tiket Mandiri Pilkada Tanpa Koalisi
Oplus_131072
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon menunjukkan sinyal kuat untuk tampil dominan pada peta politik lokal mendatang.
Bertempat di Bandar Djakarta, Kota Cirebon, Minggu (11/10/26), PKB menggelar tiga agenda penting sekaligus, yakni, Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus Masa Bakti 2026–2031, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).
Langkah konsolidasi maraton ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat, Levi Firmansyah, dan dihadiri oleh tokoh senior PKB sekaligus Anggota DPR RI, Dedi Wahidi.
Isu politik utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah ambisi PKB Kota Cirebon untuk dapat mengusung pasangan calon kepala daerah secara independen tanpa harus bergantung pada koalisi partai lain.
Sesuai aturan regulasi Pemilukada, ambang batas minimal untuk mengusung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah 20% dari total kursi DPRD. Untuk Kota Cirebon, hal tersebut setara dengan syarat minimal 7 kursi legislatif.
“Kalau pengen menang, ya minimal 7 kursi. Dengan begitu kita bisa mencalonkan Wali Kota sendiri tanpa harus berkoalisi. Namun, syarat mendasar untuk meraih itu adalah calon yang diusung harus berkualitas dan pengurus partai wajib terbentuk hingga tingkat basis Ranting, Anak Ranting, hingga tingkat RW dan RT,” kata Dedi Wahidi usai menghadiri acara pengukuhan.
Dedi menambahkan, jika jejaring pengurus di akar rumput terbentuk solid, kekuatan mesin partai akan melipatgandakan peluang keterpilihan legislatif di seluruh 5 daerah pemilihan (Dapil) Kota Cirebon.
Di sisi lain, perhatian publik tercurah pada sosok Siti Farida Rosmawati, Ketua DPC PKB Kota Cirebon terpilih periode 2026–2031 yang saat ini juga menduduki posisi strategis sebagai Wakil Wali Kota Cirebon.
Posisinya yang mapan di ranah eksekutif sekaligus memegang pimpinan partai menjadikannya figur potensial, baik untuk melenggang ke level nasional (DPR RI) maupun maju sebagai calon Wali Kota Cirebon pada periode berikutnya.
Dedi Wahidi pun tak menampik adanya kalkulasi politik yang sedang dipertimbangkan.
“Untuk DPR RI target kita 2 kursi. Saya sempat bertanya langsung ke Ibu Wakil (Siti Farida), beliau masih memikirkan opsinya, apakah menuju DPR RI atau maju sebagai Wali Kota Cirebon,” ucap Dedi.
Merespons arahan pimpinan pusat dan wilayah, Siti Farida Rosmawati mengonfirmasi bahwa konsolidasi di Kota Cirebon merupakan bagian dari gerakan serentak PKB di seluruh Jawa Barat sepanjang bulan Oktober ini.
Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) utama, yakni penataan dan pengisian struktur hingga tingkat Anak Ranting yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
“Agenda orientasi, pengukuhan, dan Muskercab ini menjadi satu momentum besar bagi PKB di seluruh Jawa Barat. PR utama kita adalah pengkaderan masif hingga tingkat RT/RW yang harus tuntas pada Desember 2026,” jelas Siti Farida.
Selain merapikan barisan internal, Siti Farida mematok target politik yang komprehensif bagi PKB Kota Cirebon, DPRD Kota Cirebon terisi penuh di 5 Daerah Pemilihan (Dapil), untuk DPRD Provinsi Jawa Barat meraih 3 kursi dan DPR RI menyumbangkan 2 kursi.
Sementara untuk Eksekutif (Pilkada), pihaknya membidik kemenangan kursi Wali Kota secara mandiri lewat raihan 7 kursi DPRD.
“Bismillah, kudu bisa dan pasti bisa. Dengan gotong royong, kolaborasi, dan sinergi rapatkan barisan, insyaallah seluruh target baik legislatif maupun eksekutif dapat kita wujudkan,” pungkasnya. (Cepy)
