Dominasi FTBI Tingkat Kota Cirebon 2026, SDN Kalijaga Permai Borong Juara dan Siap Melenggang ke Provinsi
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Lomba Bahasa Sunda Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 resmi mengukuhkan SDN Kalijaga Permai sebagai jawara umum usai pengumuman penetapan pemenang pada Rabu (7/10/2026) lalu.
Ajang tahunan pelestarian bahasa dan kearifan lokal Sunda ini berhasil melahirkan deretan talenta muda berbakat dari berbagai SD negeri maupun swasta di seantero Kota Cirebon.
Ketua Pelaksana FTBI 2026, Piras Sujatnika, S.Pd., menyampaikan bahwa penetapan juara dilakukan secara objektif oleh dewan juri yang kompeten. Keputusan dewan juri bersifat mutlak serta tidak dapat diganggu gugat.
Pada gelaran tahun ini, SDN Kalijaga Permai mencatatkan prestasi impresif dengan menyabet gelar Juara 1 di empat kategori lomba, antara lain: Lomba Ngadongéng (Kategori Putra): Juara 1 – Muhammad Wildan (Nilai: 1810), Lomba Biantara / Pidato Bahasa Sunda (Kategori Putra): Juara 1 – Rasya Adi Wijaya (Nilai: 1885), Lomba Maca Sajak (Kategori Putra): Juara 1 – Alphonso Calief Arrokhman (Nilai: 1890) Lomba Maca & Nulis Aksara Sunda (Kategori Putra): Juara 1 – Dzaky Naufal Pratama (Nilai: 1670), (Prestasi lain juga diukir oleh Hanna Anindhita Pramesti dari SDN Kalijaga Permai yang merengkuh Juara 3 Lomba Biantara dengan nilai 1785, serta capaian di kategori Ngabodor Sorangan Putri).
Keberhasilan kembali menjadi langganan juara disambut rasa bangga dan syukur oleh pihak sekolah. hal tersebut disampaikan Kepala SDN Kalijaga Permai, Agus Wartono, M.Pd., di Sekolah setempat, Jl. Teratai, Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, Senin (12/10/26).
Agus menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah manis dari kerja keras dan semangat anak-anak selama berlatih.

“Alhamdulillah, tahun ini anak-anak kembali membuktikan kemampuannya. Selaku kepala sekolah, tentu saya sangat bangga. Dari pembinaan yang kita lakukan dan semangat anak-anak saat berlatih, akhirnya terbayar tuntas dengan pencapaian ini,” ungkap Agus didampingi Dendy, selaku guru pembina.
Menariknya, pihak sekolah menekankan bahwa target utama mereka sejatinya terletak pada proses belajar dan penanaman jiwa kompetisi, bukan sekadar memburu piala.
“Target kami sebenarnya di prosesnya. Bagaimana anak-anak belajar konsisten dan punya semangat berkompetisi. Soal juara itu bonus. Dari awal kami tidak pernah membebani anak-anak harus juara satu, yang penting terus belajar dan mengasah potensi,” tambahnya.
Meski tidak ada ekstrakurikuler khusus FTBI, sekolah secara telaten mengidentifikasi siswa yang memiliki minat serta potensi bahasa Sunda untuk dibina secara intensif oleh para guru pembimbing. Ketelatenan guru ini menjadi faktor kunci, terlebih mengingat heterogenitas latar belakang siswa di Kota Cirebon yang tidak semuanya berdarah Sunda.
“Di Kota Cirebon, penggunaan bahasa ibu (Sunda) tidak dominan, bahkan ada siswa yang bukan dari suku Sunda tetapi mampu mengukir prestasi. Kuncinya ada pada ketelatenan bapak dan ibu guru pembimbing yang terus mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan siswa saat latihan,” jelas Kepala Sekolah.
Terkait keberlanjutan melestarikan bahasa kearifan lokal, pihak sekolah menilai ajang FTBI harus diimbangi dengan kebiasaan penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari siswa.
“Tantangan terbesar kita adalah bagaimana menjadikan bahasa lokal ini dipahami dan dicintai seluruh siswa, tidak hanya saat momentum perlombaan saja. Regenerasi juga harus terus berjalan agar prestasi ini bisa dipertahankan di masa-masa mendatang,” tegasnya.
Kini, usai menjuarai tingkat kota, SDN Kalijaga Permai langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi FTBI Tingkat Provinsi Jawa Barat. Porsi latihan akan makin ditingkatkan guna bersaing dengan perwakilan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat.
“Menghadapi tingkat provinsi tentu persaingannya makin ketat. Kami sudah berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua siswa agar memiliki visi yang sama dalam mendukung anak-anak. Berdasarkan evaluasi dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, kekurangan yang ada akan kita perbaiki. Semoga di tingkat provinsi nanti kita bisa kembali mengukir prestasi dan membawa pulang gelar juara,” pungkasnya. (Cepy)
