Cegah Stunting Sejak Dini, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Cetak Konselor Teman Sebaya di SMAN 4 Kota Cirebon
CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Tingginya kasus anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan serius bagi dunia kesehatan. Anemia pada usia remaja bukan hanya berdampak pada penurunan kualitas belajar di sekolah, tetapi juga berisiko menciptakan rantai panjang masalah kesehatan perempuan.
Remaja putri yang mengalami anemia berpotensi menjadi wanita dewasa dengan anemia, yang kelak berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta memicu timbulnya stunting pada generasi penerus.

Guna memutus rantai permasalahan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dari Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Wilayah Cirebon mengambil langkah konkret dengan meluncurkan program edukasi terpadu di SMA Negeri 4 Kota Cirebon.
Program ini bertajuk “Pemberdayaan Remaja Melalui Pelatihan Konselor Teman Sebaya Tentang Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri”.
Kegiatan intervensi kesehatan ini diketuai oleh Suratmi, SST, M.Keb, bersama tim anggota yaitu Dr. Hj. Yeni Fitrianingsih, SST, M.Kes dan Nina Nirmaya Mariani, SST, M.Keb.
Dalam pelaksanaannya, Tim Pengabmas membekali para kader remaja yang dipilih dari berbagai organisasi kesiswaan di SMAN 4 Kota Cirebon, meliputi, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, Polisi Sekolah, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Para kader diberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya anemia, penyebab, serta tata cara pencegahannya.
Berbekal edukasi tersebut, sebanyak 5 kader remaja yang telah dilatih langsung diterjunkan untuk mengedukasi dan mendampingi 30 remaja sebaya di lingkup organisasi sekolah mereka masing-masing.
Pendekatan peer educator (edukator sebaya) ini dinilai lebih efektif karena komunikasi antarremaja cenderung lebih terbuka dan mudah diterima.
“Melalui pelatihan konselor teman sebaya, kami berharap informasi mengenai pencegahan anemia dapat tersampaikan secara lebih natural dan berkelanjutan di lingkungan sekolah,” ungkap Suratmi, ketua tim Pengabmas.
Tidak berhenti pada sesi edukasi teori, aksi nyata juga ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan program Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Bersama.
Dalam agenda ini, para kader remaja secara aktif mendampingi seluruh siswi kelas XII SMAN 4 Kota Cirebon untuk mengonsumsi TTD secara teratur.
Suratmi berharap, melalui sinergi antara dosen perguruan tinggi kesehatan, pihak sekolah, dan peran aktif para siswa, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya pemenuhan zat besi.
“Langkah preventif ini menjadi benteng awal dalam mencetak generasi muda yang sehat, berprestasi, serta bebas dari risiko anemia dan stunting di masa depan,” pungkasnya. (Cepy)
