Kemenag Kota Cirebon Gelar Kick Off Peringatan Hari Santri 2026
Oplus_131072
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon resmi menggelar Kick Off Peringatan Hari Santri Tahun 2026 di halaman kantor setempat, komplek perkantoran Bima, Kota Cirebon, Senin (19/10/2026).

Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis santri dalam pembangunan bangsa.
Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon, Hj. Riana Anom Sari, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini diisi dengan berbagai agenda padat. Rangkaian acara telah diawali dengan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah/Pondok Pesantren (POPPQ) tingkat Kota Cirebon.
“Hari ini kita melanjutkan rangkaian kegiatan dengan pelaksanaan aneka lomba yang dipusatkan di Kantor Kemenag Kota Cirebon, diikuti oleh para santri dari pondok pesantren dan siswa madrasah se-Kota Cirebon. Nanti di hari Rabu kita agendakan ziarah, dan puncaknya pada 22 Oktober mendatang kita akan mengikuti Upacara Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kaplongan,” kata Riana turut didampingi Kasubag TU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cirebon, H. Asep Fauzi Firmansyah, SH., M.H.I.
Lebih lanjut, Riana menegaskan bahwa santri merupakan garda terdepan dalam sejarah perjuangan hingga pembangunan bangsa saat ini.
Menyongsong Indonesia Emas, santri dituntut tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kualitas pendidikan umum yang mumpuni.
“Menuju Indonesia Emas bukan hanya milik pelajar umum, tetapi santri punya andil besar di dalamnya. Kami mengapresiasi semangat para peserta lomba hari ini, dan berharap dari ajang ini lahir juara-juara terbaik dari santri-santri terbaik kita,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Kemenag Kota Cirebon, H. Muchamad Nidzom, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa perlombaan tahun ini diikuti oleh sekitar 200 peserta.
Selain untuk menyemarakkan Hari Santri 2026, ajang ini menjadi wadah menguji kompetensi dan bakat para santri.

Disebutkannya, terdapat lima cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu, Lomba Pidato Bahasa Indonesia, Lomba Kaligrafi, Lomba Tahfiz Juz ‘Amma (kategori Putra dan Putri), Musabaqah Tilawatil Kutub (seputar Kitab Safinatun Najah) juga Lomba Lalaran Syair/Nazhom Kitab (Kitab Aqidatul Awam).
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi, khususnya pada cabang Tahfiz yang mengalami peningkatan pesat hingga kategorinya kami pisah antara putra dan putri. Semua kategori diperlombakan secara perorangan,” jelas Nidzom.
Nidzom juga mengingatkan sejarah panjang kontribusi santri bagi Indonesia, mulai dari masa pra-kemerdekaan, merebut dan mempertahankan kemerdekaan, hingga mengisi era modern.
Menurutnya, banyak tokoh bangsa, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, hingga Ketua MPR, yang berlatar belakang santri.
“Santri adalah harapan besar masa depan bangsa. Kami berpesan agar para santri tetap semangat dan optimis menimba ilmu di pesantren agar kelak ilmunya memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Semangat tinggi ditunjukkan oleh para peserta, salah satunya Zahra, santriwati dari Ponpes Al-Ma’asy Syauqy. Ia mengaku telah melakukan persiapan matang untuk mengikuti perlombaan ini.
“Selain ikut menyemarakkan Hari Santri 2026, saya bertekad meraih prestasi. Ajang ini jadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan maju. Harapannya, saya dan teman-teman santri lainnya bisa terus berkontribusi nyata untuk negeri,” ungkapnya. (Cepy)
