Dugaan Keracunan MBG Capai 331 Siswa di Cirebon, DPRD Minta Evaluasi Total SPPG
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, ST., menyampaikan keprihatinannya atas dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kota Cirebon.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius, terutama terkait pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berperan dalam penyediaan dan pendistribusian makanan bagi para penerima manfaat program MBG.
Legislator yang akrab disapa Teh Rinna, menyoroti pentingnya pengelolaan SPPG yang mengutamakan keamanan pangan, kebersihan, serta kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada para siswa.
Menurutnya, program MBG memiliki tujuan penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya harus disertai pengawasan ketat agar makanan yang diberikan benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
Dugaan keracunan yang menimpa para siswa perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait. Apalagi ini sudah mencapai angkat ratusan.
“Pemeriksaan terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut,” ujar Teh Rinna pada Kamis (22/10/26).
Selain itu, pengawasan terhadap operasional SPPG juga perlu diperkuat, termasuk memastikan seluruh tahapan penyediaan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG,” terangnya.
Keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi prioritas utama. Penanganan terhadap siswa yang terdampak serta penelusuran penyebab kejadian perlu dilakukan secara serius agar langkah perbaikan dapat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Mudah-mudahan para siswa terus membaik. Kami harap kejadian ini tidak terulang lagi di Kota Cirebon,” jelasnya.
Diketahui, Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon terus menjadi perhatian. Hingga Kamis (22/10/2026) siang, Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat sebanyak 331 orang terdampak. Dari jumlah tersebut, 199 pasien menjalani rawat inap, sedangkan 121 lainnya mendapatkan perawatan rawat jalan.
Penanganan para korban melibatkan delapan rumah sakit, satu klinik, dan dua puskesmas. Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengakomodasi kemungkinan bertambahnya jumlah pasien
.Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Hj. Siti Maria Listiawaty, MM, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologis untuk memastikan penyebab kejadian. Pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu tahapan penting guna mengidentifikasi kemungkinan sumber kontaminasi makanan.
“Prioritas utama kami saat ini memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan sekaligus mencegah bertambahnya korban,” pungkasnya. (Cepy)
