Lepas Belasan Santri ke PORSADIN VIII Jabar, Pemkot dan Kemenag Kota Cirebon Tekankan Pembentukan Akhlak

0
IMG-20261022-WA0176
Spread the love

CIREBONWARTANEWS.COM, Cirebon – Kontingen Kota Cirebon resmi dilepas untuk berlaga dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-8 tingkat Provinsi Jawa Barat.

Acara pelepasan peserta dan official berlangsung di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Grage City Hub, Lemahwungkuk, Kamis (22/10/26).

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Asep Fauzi Firmansyah menyebutkan sebanyak 19 santri madrasah diniyah terbaik terpilih akan mewakili Kota Cirebon pada ajang yang diselenggarakan di Kabupaten Cianjur.

“Mereka siap bertanding di berbagai cabang perlombaan, baik di bidang seni keagamaan maupun olahraga, sebagai wadah pembuktian potensi serta penguatan mental bertanding di tingkat provinsi,” kata Asep.

Asep Fauzi Firmansyah memberikan apresiasi tinggi kepada para santri yang berhasil melampaui proses pembinaan panjang.

Ia menegaskan bahwa nilai sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari raihan piala, tetapi juga keberanian, kesungguhan, dan sportivitas.

“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi proses perjuangan juga tidak kalah penting. Anak-anak yang hari ini berangkat mewakili Kota Cirebon sudah menjadi kebanggaan bagi guru, orang tua, dan kita semua. Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, junjung sportivitas, dan berikan penampilan terbaik,” jelas Asep.

Asep juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi erat antara Pemda Kota Cirebon, Kemenag, DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), guru, dan orang tua dalam mendampingi para santri di era digital.

Menurutnya, ketekunan para santri belajar di madrasah diniyah di tengah maraknya penggunaan gawai adalah hal yang membanggakan.

Sementara itu, usai melepas kontingen secara resmi, Hj Siti Farida Rosmawati, Wakil Wali Kota Cirebon menekankan bahwa keberhasilan anak tidak terlepas dari dukungan orang tua, keteladanan guru, serta penanaman nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi utama karakter.

Ia mengajak para peserta untuk senantiasa membiasakan diri mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan pendidik atas bimbingan yang telah diberikan.

“Mengucapkan terima kasih itu sederhana, tidak membutuhkan biaya, tetapi memiliki makna yang besar. Dari hal-hal kecil seperti itulah kita belajar bersyukur, menghormati orang lain, dan membangun akhlak yang baik,” tutur Wakil Wali Kota.

Di tengah melesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa peran guru dan ustaz tetap tidak tergantikan dalam pembelajaran agama dan pembentukan mental.

“Teknologi boleh berkembang, anak-anak juga boleh memanfaatkannya untuk belajar. Tetapi, pendidikan akhlak dan pembelajaran Al-Qur’an tetap membutuhkan bimbingan langsung dari guru. Anak-anak tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga kebersamaan, kesehatan, serta membawa pulang pengalaman berharga dari ajang tingkat provinsi tersebut. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *