Produksi Sampah Capai 1.200 Ton, DLH Kabupaten Cirebon Siapkan Sistem Pengelolaan Modern
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Sumber – Kabupaten Cirebon kini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah seiring dengan volume timbunan sampah yang mencapai 1.200 ton per hari.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan langkah strategis dengan membagi wilayah pelayanan dan mengajukan program pengelolaan sampah berkelanjutan ke tingkat pusat.
Sekretaris DLH Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono, menjelaskan bahwa saat ini penanganan sampah dibagi menjadi dua zona utama untuk mengoptimalkan operasional di tengah keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wilayah Timur yang dilayani oleh TPA Kubang Deleg (Luas 6 hektare) dengan estimasi kapasitas 500 ton per hari dan wilayah barat dimana masih mengandalkan TPA Gunung Santri (Luas 2,5 hektare) dengan kapasitas sekitar 400 ton per hari.
Meski pembagian telah dilakukan, Fitroh mengakui adanya celah dalam pengangkutan.
“Kemampuan riil pengangkutan kami saat ini baru mencapai sekitar 450 ton per hari. Sisanya ada yang tercecer atau dikelola secara mandiri oleh pihak desa,” kata Fitroh, Senin (2/2/26).
Guna menambal kekurangan kapasitas tersebut, DLH Kabupaten Cirebon tengah mengajukan program Solid Waste Management for Sustainable Urban Development kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Program ini merupakan sistem pengelolaan sampah modern yang didukung oleh pendanaan internasional melalui AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) serta AEPW (Alliance to End Plastic Waste).
Program ini tidak hanya fokus pada pembuangan, tetapi juga pada pengurangan sampah dari sumbernya melalui konsep ekonomi sirkular. Saat ini, tahapan yang sedang ditempuh meliputi penyusunan Feasibility Study (FS), Readiness Criteria (RC), hingga Detailed Engineering Design (DED) untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Jika program ini terealisasi, lanjutnya, wilayah timur Kabupaten Cirebon diproyeksikan memiliki fasilitas pengolahan sampah canggih yang dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Tujuan utama kami adalah memperkuat pengolahan sampah mulai dari skala rumah tangga hingga TPA, sehingga sampah memiliki nilai ekonomis dan tidak lagi menjadi beban lingkungan. Masalah ini akan kita tangani secara bertahap,” tandasnya.
Dengan adanya langkah ini, pihaknya berharap sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon dapat lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat perkotaan. (Cepy)
