Antisipasi Perang Sarung dan Tawuran, Polres Cirebon Kota Gencarkan Patroli Edukatif

0
oplus_0

oplus_0

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan beribadah selama bulan suci Ramadhan, Polres Cirebon Kota mulai memetakan kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah fenomena tahunan “perang sarung” dan tawuran antar-kelompok remaja yang kerap terjadi di waktu-waktu rawan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan melalui patroli intensif, terutama pada jam-jam krusial seperti menjelang berbuka puasa hingga setelah waktu sahur.

Kapolres menjelaskan bahwa kecenderungan anak muda untuk berkumpul atau nongkrong setelah melaksanakan sahur sering kali menjadi pemantik terjadinya gesekan fisik. Oleh karena itu, personel kepolisian akan diterjunkan secara masif untuk memantau titik-titik kumpul remaja.

“Kita tetap melaksanakan patroli di jam-jam rawan, seperti saat waktu subuh maupun sehabis sahur. Upaya yang kita kedepankan adalah langkah preventif dan edukatif untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” kata AKBP Eko Iskandar disela peninjauan jembatan longsor di jembatan Lebakngok, Argasunya, Kota Cirebon, Selasa (24/2/26).

Selain patroli fisik, AKBP Eko Iskandar menitikberatkan pada peran penting keluarga. Menurutnya, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya pengawasan ketat dari orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah.

“Ini kan kebiasaan tahunan yang sudah kita ketahui bersama. Biasanya anak-anak muda habis sahur mereka nongkrong sama teman-temannya. Kami mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Berawal dari nongkrong-nongkrong tersebut, sering kali berkembang menjadi tawuran, aksi trek-trekan (balap liar), dan tindakan negatif lainnya,” tegasnya.

Polres Cirebon Kota berkomitmen untuk mengintensifkan kegiatan pengamanan secara lebih masif dan terstruktur. Langkah-langkah intervensi di lapangan akan dilakukan dengan pendekatan humanis namun tetap tegas jika ditemukan potensi pelanggaran hukum.

“Kita akan intensifkan lebih masif lagi terkait kegiatan yang sifatnya edukatif maupun preventif. Harapan kita, bulan Ramadan tahun ini dapat berjalan dengan khusyuk, aman, dan nyaman tanpa adanya gangguan tawuran maupun perang sarung yang meresahkan warga,” pungkasnya.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian melalui call center atau polsek terdekat jika melihat adanya kerumunan remaja yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan keributan di lingkungannya masing-masing. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *