Tangani Longsor Lebakngok, Walikota Cirebon Targetkan Perbaikan Mulai Jumat Besok

0
IMG_20260224_14171934
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Walikota Cirebon, H. Effendi Edo, meninjau langsung lokasi jembatan dan tanggul yang terdampak longsor di kawasan Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Selasa (24/2/26).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan langkah percepatan perbaikan infrastruktur yang krusial bagi mobilitas warga tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Walikota tampak didampingi Kapolres Cirebon Kota serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Kondisi akses jalan dan jembatan saat ini terpantau terkikis air sungai sehingga sangat membahayakan untuk dilalui kendaraan.

Walikota Effendi Edo menegaskan bahwa penanganan darurat akan segera dilakukan. Pemerintah Kota Cirebon telah berkoordinasi dengan pihak BBWS untuk memulai pengerjaan fisik pada akhir pekan ini.

“Insya Allah, Pemerintah Kota bersama Kapolres dan BBWS akan mulai mengerjakan ini hari Jumat besok. Rencananya, alat berat dari BBWS akan tiba untuk mulai mengatur pemecah arus atau pemecah air,” kata H. Effendi Edo di lokasi peninjauan.

Walikota menjelaskan bahwa strategi penanganan akan difokuskan pada penguatan jalan serta pemasangan pemecah arus di titik sekitar 50 meter dari jembatan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi hantaman debit air langsung ke sisi tebing yang rusak agar proses perbaikan tanggul berjalan maksimal.

Terkait aksesibilitas, Walikota mengakui saat ini kendaraan roda empat (R4) belum dapat melintasi jalur tersebut. Masyarakat pun diminta bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.

“Sementara ini kendaraan roda dua masih bisa melintas, namun untuk roda empat belum bisa. Saya mohon warga bersabar, karena pengerjaan akan kita intensifkan. Insya Allah dalam beberapa minggu ke depan jalan ini sudah normal kembali dan kendaraan roda empat bisa masuk lagi,” tambahnya.

Untuk diketahui, bencana tanah longsor di kawasan Benda Kerep (Lebakngok) ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Cirebon secara terus-menerus. Puncak longsoran tercatat terjadi pada Selasa (20/1/2026) sekira pukul 16.00 WIB lalu.

Data teknis di lapangan menunjukkan dimensi longsoran yang cukup masif, yakni panjang mencapai 37 meter dengan ketinggian tebing yang runtuh sekitar 11 meter. Material tanah yang luruh sempat menutupi aliran sungai di bawahnya.

Meski tidak ada korban jiwa, ancaman nyata masih mengintai sebuah bangunan aktif milik warga. Jarak antara fondasi bangunan dengan bibir longsor kini hanya tersisa kurang lebih 3 meter.

Percepatan pembangunan tanggul dan pemecah arus yang dimulai Jumat besok diharapkan mampu menyelamatkan struktur bangunan tersebut serta mengembalikan urat nadi ekonomi warga di Argasunya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *