Kabar Baik, Jalan Berlubang di Kota Cirebon Mulai Diperbaiki DPUTR

0
IMG20260224102436
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kota Cirebon mengalami kerusakan dan berlubang.

Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon karena dinilai membahayakan para pengguna jalan.

Kepala Dinas PUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan survei lapangan dan kini tengah masuk dalam tahap pelaksanaan perbaikan.

“Teman-teman sekarang lagi ada dalam tahap pelaksanaan. Kemarin kita melaksanakan kegiatan di Jalan Cipto, kemudian berlanjut ke Jalan Pemuda dan wilayah lainnya,” kata Rachman saat mendampingi Walikota di kawasan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (24/2/26).

Rachman menjelaskan bahwa kerusakan terjadi secara merata di beberapa titik. Menurutnya, musuh utama aspal adalah genangan air. Jalan yang tidak mengalami kendala drainase cenderung masih dalam kondisi bagus.

“Kerusakan terjadi merata, namun ada juga yang kondisinya masih bagus. Intinya, kalau tidak mengalami genangan air, jalan aspal relatif aman,” jelasnya.

Pemerintah Kota Cirebon mengakui adanya keterlambatan dalam optimalisasi infrastruktur. Rachman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi jalan yang belum sesuai harapan. Ia membeberkan dua kendala utama yang dihadapi saat ini, diantaranya, Cuaca Ekstrem, yang mana Hujan yang terus menerus menghambat proses pengaspalan dan mempercepat kerusakan.

Selain itu, Keterbatasan Anggaran, dimana  jondisi keuangan daerah tahun ini mengalami efisiensi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain melakukan perbaikan, DPUTR juga meminta peran aktif masyarakat untuk menjaga umur infrastruktur, terutama saluran air (drainase).

“Kami mohon masyarakat bisa sama-sama menjaga infrastruktur yang sudah diperbaiki. Khususnya drainase yang sudah kami normalisasi, mohon jangan buang sampah ke sana,” tegas Rachman.

Ia juga menyoroti adanya drainase yang ditutup secara permanen atau penuh oleh pemilik bangunan/pertokoan.

“Jangan ditutup full. Kalau ditutup total, air dari jalan tidak bisa masuk ke saluran, akhirnya menggenang di jalan dan membuat aspal cepat rusak,” pungkasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *