Sakral, Keraton Kasepuhan Gelar Siraman Panjang Pusaka Sunan Gunung Jati

0
oplus_2

oplus_2

Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar prosesi adat paling sakral dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026, yaitu tradisi Siraman Panjang, pada Kamis (20/8/2026).

Tradisi pembersihan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati ini berlangsung khidmat sejak pagi hari di bangsal keraton dan bertepatan dengan tanggal 5 Mulud dalam penanggalan Jawa.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Goemelar Soeryadiningrat, menjelaskan bahwa tradisi Siraman Panjang bukan sekadar ritual rutin tahunan, melainkan memiliki makna spiritual mendalam sebagai simbol penyucian diri bagi setiap manusia.

“Makna dari siraman panjang sebetulnya adalah pembersihan diri. Di samping itu, benda-benda pusaka bersejarah peninggalan Sunan Gunung Jati ini memang hanya dicuci satu kali dalam setahun,” kata PRA Goemelar Soeryadiningrat usai prosesi ritual.

Adapun benda-benda bersejarah yang disucikan mencakup piring pusaka bernilai sejarah tinggi yang telah berusia hampir enam abad (600 tahun).

Lebih lanjut dikatakan bahwa benda pusaka tersebut meliputi 7 Piring Tabsi (Piring Utama) Melambangkan siklus kehidupan manusia yang lahir dan beraktivitas dalam tujuh hari, mulai dari hari Senin hingga Minggu. 38 Piring Pengiring, Piring penunjang yang mendampingi piring utama. 2 Guci / Kong, Wadah khusus peninggalan bersejarah yang digunakan dalam ritual.

“Juga 2 Botol Minyak Mawar yang digunakan sebagai wewangian khas selama proses penyucian dan perayaan,” sebutnya.

Selain pemandian pusaka, prosesi hari ini juga diwarnai dengan ritual unik Buka Sem, yaitu pembukaan guci berisi ikan yang telah mengalami proses fermentasi selama kurang lebih satu bulan.

“Ikan tersebut diambil dari dalam dua guci pusaka, lalu dijemur untuk selanjutnya disajikan sebagai hidangan khusus pada Nasi Jimat atau Nasi Rasul pada puncak perayaan kelak,” ucapnya.

Pascapembilasan pusaka, keraton juga langsung memulai pembuatan boreh atau sombo. Berbagai bahan racikan tradisional ini diolah secara bertahap mulai hari ini untuk disiapkan sebagai perlengkapan utama yang akan diarak pada puncak acara.

Rangkaian tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Pelus Gelung / Panjang Jimat yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam, 26 Agustus 2026 (malam Kamis).

“Seluruh benda pusaka yang telah disucikan beserta Nasi Jimat akan diarak dalam prosesi kolosal yang melibatkan tatanan adat Keraton Kasepuhan Cirebon,” pungkasnya. (Cepy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *