Investasi Kota Cirebon Tumbuh Positif, Capaian 2025 Lampaui Target, Sektor Jasa Jadi Primadona
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Iklim investasi di Kota Cirebon terus menunjukkan tren positif. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon mencatat realisasi investasi sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka Rp 1,85 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Capaian ini dinilai sebagai buah dari kerja keras pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem usaha yang kondusif di “Kota Wali”. Memasuki tahun 2026, DPMPTSP memasang target yang lebih optimis, yakni sebesar Rp 1,9 triliun.
Sekretaris DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi, mengungkapkan bahwa tanda-tanda pencapaian target tahun ini sudah mulai terlihat.
Disebutkan Icip, hingga bulan Februari 2026, nilai investasi yang masuk telah menyentuh angka Rp 243 miliar.
“Angka tersebut masih didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa, di mana sektor jasa menyumbang porsi terbesar hingga 60 persen. Melihat progres di bulan Februari ini, kami optimis target Rp 1,9 triliun dapat tercapai,” kata Icip Suryadi, Selasa (17/3/26).
Menurutnya, salah satu kunci sukses meningkatnya nilai investasi adalah kemudahan akses pelayanan perizinan. DPMPTSP aktif melakukan aksi “jemput bola”, termasuk memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha kecil.
“Kami sudah mendatangi lima pasar di Kota Cirebon untuk memfasilitasi pedagang yang ingin memiliki NIB. Antusiasme mereka sangat luar biasa. Harapannya, dengan legalitas yang jelas, para pedagang memiliki motivasi lebih untuk mengembangkan usahanya dan tercatat secara legal di pemerintah,” jelasnya.
Menurut Icip, Cirebon memiliki daya tarik investasi yang unik. Meski penduduk asli hanya sekitar 250 ribu jiwa, namun pada siang hari aktivitas manusia di kota ini bisa melonjak hingga 2 juta jiwa karena kunjungan dari berbagai daerah.
Selain letak strategis di jalur perdagangan Jawa Barat-Jawa Tengah dan akses Tol Cipali yang memudahkan perjalanan dari Jakarta/Bandung, sektor kuliner Cirebon kini dianggap mampu bersaing dengan Yogyakarta. Namun, pemerintah tidak ingin berhenti di situ.
“Wisata kuliner kita sudah bagus, tapi wisata lain seperti Taman Kesenden dan Pantai Kejawanan belum terolah maksimal. Pantai Kejawanan memiliki potensi besar untuk dieksplorasi. Jika ada investor yang tepat, kami memimpikan Kejawanan bisa dikembangkan seperti Ancol di Jakarta,” ungkapnya penuh harap.
Meski promosi gencar dilakukan baik secara nasional maupun internasional melalui media sosial, DPMPTSP mengakui masih ada ganjalan dalam menarik investor besar, yakni terkait dokumen Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan.
“Kendala utama kami saat ini adalah belum adanya visibility study atau kajian kelayakan dari potensi-potensi yang sudah ditentukan. Hal ini terkadang menimbulkan keraguan bagi investor untuk menanamkan modalnya. Ini yang terus kami upayakan agar kedepannya para investor memiliki landasan kajian yang kuat untuk berinvestasi di Cirebon,” pungkas Icip. (Cepy)
