Lantik Andi Armawan Jadi Kadisdukcapil, Walikota Cirebon Minta Benahi Pelayanan

0
IMG-20260331-WA0078
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon  Wali Kota Cirebon, Efendi Edo, memberikan instruksi tegas kepada jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk segera membenahi sistem pelayanan publik. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota saat melantik Andi Armawan sebagai Kepala Disdukcapil dalam prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon, Selasa (31/03/26).

Selain melantik pimpinan tinggi pratama, Wali Kota juga menyerahkan SK Pengangkatan kepada 119 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari 5 tenaga kesehatan dan 114 tenaga teknis. Turut dilantik pula 73 pejabat fungsional serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas.

Dalam arahannya, Efendi Edo menekankan bahwa Disdukcapil merupakan “wajah” pelayanan pemerintah daerah. Ia meminta jajaran yang baru dilantik untuk bergerak cepat menghapus birokrasi yang berbelit-belit.

“Saya tidak ingin lagi mendengar ada warga yang mengeluh karena kerumitan birokrasi atau pelayanan yang berbelit-belit. Disdukcapil adalah wajah layanan kita,” tegas Efendi Edo.

Wali Kota berpesan agar para ASN yang baru menerima SK pengangkatan mampu menjadi energi positif atau “oksigen baru” di tubuh birokrasi Pemkot Cirebon.

Edo berharap idealisme para abdi negara ini tidak luntur oleh budaya kerja yang tidak produktif.

“Sumpah itu adalah kontrak profesional Saudara. Lebih dari itu, ini adalah kontrak sosial dengan lebih dari 350 ribu masyarakat Kota Cirebon yang menaruh harapan besar pada pundak Saudara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan sisi kemanusiaan. ASN masa kini dituntut untuk memiliki rasa “gelisah” jika dalam satu hari kerja belum mampu memberikan pelayanan terbaik bagi warga. Menurutnya, rasa tidak puas terhadap kinerja yang biasa-biasa saja adalah kunci menuju inovasi.

Kepada 73 pejabat fungsional yang dilantik, Wali Kota meminta mereka untuk menghapus stigma lama bahwa jabatan fungsional adalah tempat “beristirahat” dari beban struktural.

Sebaliknya, di era digital, pejabat fungsional harus menunjukkan keahliannya untuk meningkatkan efisiensi organisasi.

“Jadilah ASN yang santun dalam tutur kata dan rendah hati dalam sikap, namun harus tetap tegas dalam memegang prinsip,” pungkasnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *