Anak Jurnalis Cirebon Diduga Jadi Korban Pembacokan Sadis dalam Tawuran Gebang
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Aksi kekerasan jalanan kembali memakan korban di wilayah hukum Polres Cirebon. MFN, seorang remaja yang merupakan anak dari seorang jurnalis lokal berinisial AH, diduga menjadi korban pembacokan brutal menggunakan senjata tajam dalam sebuah bentrokan berdarah di Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Rabu (8/7/2026) dini hari lalu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa mencekam ini bermula saat korban MFN dijemput rekannya sekitar pukul 21.00 WIB untuk berkumpul dan menonton pertandingan sepak bola via ponsel di kawasan Pengampon, Desa Gebang Kulon.
Petaka terjadi saat korban hendak pulang melintasi jembatan dekat Pos Polisi Desa Gebang Mekar sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB.
Di lokasi tersebut, pecah tawuran hebat antara dua kelompok massa, yakni kubu Blok Karang Bulu dan kubu Pletoran.
MFN yang berada di lokasi tak luput dari sasaran kebrutalan, ia diduga diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam oleh kelompok pelaku.
Akibat serangan mengerikan tersebut, MFN mengalami luka robek serius di sekujur tubuhnya, meliputi kedua paha, betis kanan, punggung, perut sebelah kiri, hingga luka berat pada jari tangan kiri.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ender sebelum akhirnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Gunung Jati Kota Cirebon akibat kondisi lukanya yang parah.
Tak terima buah hatinya menjadi korban kebiadaban jalanan, AH didampingi pihak keluarga resmi menyeret kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan resmi ke Polsek Gebang (Nomor: STBL/11/VII/2026/Sektor). Pihak keluarga juga sudah meminta aparat menerbitkan surat pengantar visum untuk memperkuat bukti di pengadilan.
“Kami berharap aparat penegak hukum bergerak cepat, profesional, dan transparan untuk mengusut tuntas kasus ini. Berikan keadilan yang seadil-adilnya bagi korban,” tegas pihak keluarga.
Hingga Minggu (12/7/2026), penyidik Polsek Gebang dilaporkan masih marathon memeriksa saksi-saksi guna mengidentifikasi para pelaku.
Meski demikian, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden berdarah ini.
Publik kini menunggu taring kepolisian untuk segera meringkus para pelaku jalanan yang telah meresahkan warga Gebang tersebut. (Cepy)
