FLS3N Harjamukti 2026, Ratusan Siswa Bersaing Ketat, Dinas Pendidikan Terjunkan Juri Independen

0
IMG20260408101854
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dari seluruh penjuru Kecamatan Harjamukti memadati gedung SDIT Al-Hikmah, Jl. Ahmad Yani (By-pass), Kota Cirebon, Rabu (8/4/2026).

Kehadiran mereka bertujuan untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan tahun 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Harjamukti bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Cirebon ini, menjadi panggung strategis bagi siswa untuk membuktikan bakat luar biasa mereka di luar bidang akademik.

Ketua K3S Kecamatan Harjamukti, Yusuf Hidayat, menyatakan apresiasinya atas tren positif jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya. Menurutnya, cabang lomba seperti pantomim, solo, hingga kriya anyam menjadi magnet tersendiri bagi para siswa.

“Kalau dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, FLS3N ini sangat diminati, terutama cabang pantomim dan kriya anyam. Tahun ini pesertanya jauh lebih banyak. Harapan kami, tentu perwakilan yang lolos bisa berbicara banyak di tingkat kota,” kata Yusuf didampingi Ketua Pelaksana FLS3N Kecamatan Harjamukti, Andri Fantosa.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga mentalitas juara yang sehat.

“Tadi saat pembukaan saya sampaikan, yang menang jangan sombong karena tugas berat menanti di tingkat kota, dan yang kalah jangan putus asa. Kuncinya adalah latihan terus-menerus,” tegasnya optimis.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FLS3N Kecamatan Harjamukti, Andri Fantosa, merinci bahwa tahun ini terdapat sekitar 100 peserta yang terlibat dari perwakilan berbagai sekolah.

Tercatat ada 7 cabang lomba yang dipertandingkan, diantaranya, Menyanyi Solo 29 peserta, Gambar Bercerita: 27 peserta, Mendongeng: 25 peserta, Kriya: 14 peserta, Pantomim: 14 peserta dan Seni Tari: 12 peserta.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini guna menjaga integritas kompetisi. Andri mengungkapkan bahwa tim juri didatangkan langsung dari pihak Dinas Pendidikan, bukan dari internal kecamatan.

“Langkah ini diambil agar netralitas, kualitas, dan kualifikasi anak-anak bisa lebih dipertanggungjawabkan. Kami ingin proses penjaringan ke tingkat kota ini berlangsung secara sehat,” kata Andri.

Kecamatan Harjamukti sendiri memiliki beberapa mata lomba unggulan yang kerap menyumbang prestasi, yakni di cabang menyanyi solo dan kriya. Melalui ajang ini, panitia berharap muncul bibit-bibit baru yang mampu menghasilkan prestasi luar biasa.

“Tujuan utama kami adalah membangkitkan minat anak-anak agar mereka bisa berprestasi di luar jalur akademik. Ini adalah ajang kreativitas yang kami laksanakan setiap tahun sebagai wadah bagi mereka untuk bersinar,” pungkas Andri. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *