Dukung Efisiensi Energi, Pegawai DKUKMPP Kota Cirebon Kompak Ngantor Tanpa Kendaraan Bermotor Pribadi
Oplus_0
CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon secara resmi mulai mengimplementasikan kebijakan transformasi budaya kerja.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon H. Iing Daiman, SIP., M.Si., mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 000.8/7/ORG/2026 yang mengatur tentang penggunaan transportasi umum dan kendaraan non-BBM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
Tampak seperti pagi hari, Iing Daiman pun menunjukkan komitmennya dengan datang ke kantor mengayuh sepeda kebanggaannya, Kamis (9/4/26).
Menurut Iing, aksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata dalam mendukung kebijakan penghematan energi dan pengurangan polusi udara.
“Kami sebagai bagian dari Pemkot Cirebon wajib melaksanakan instruksi pimpinan. Pak Wali Kota telah menerbitkan edaran agar ada satu hari dalam seminggu di mana kita beralih ke transportasi umum atau kendaraan non-BBM seperti sepeda, jalan kaki, bahkan lari,” kata Iing Daiman.
Iing menjelaskan bahwa kebijakan ini dilaksanakan setiap hari Kamis. Selain bertujuan untuk efisiensi penggunaan BBM dan listrik, gerakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya para pegawai di lingkungan pemerintahan.
Ia mengaku bangga melihat respons positif dari para staf di DKUKMPP. Sejak surat edaran tersebut disosialisasikan, para pegawai mulai beradaptasi dengan berbagai cara kreatif untuk menuju kantor.
“Alhamdulillah, tadi saya pantau ada staf yang naik angkutan kota (angkot), ada yang menggunakan transportasi online, hingga jalan kaki. Bahkan yang membuat saya senang, ada pegawai yang sengaja olahraga lari dari rumah menuju kantor. Bagi saya, ini adalah sebuah syiar untuk menanamkan pola hidup sehat sekaligus mendukung penghematan energi secara kolektif,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, transformasi budaya kerja ini tidak hanya menyasar pada aspek lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memiliki dimensi penguatan ekonomi lokal.
“Dengan meningkatnya penggunaan transportasi umum dan aktivitas di ruang publik, diharapkan terjadi perputaran ekonomi yang juga berdampak positif bagi para pelaku UMKM di sekitar jalur perlintasan pegawai,” harapnya.
Komitmen yang telah ditunjukkan oleh DKUKMPP ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain dan masyarakat luas untuk mewujudkan budaya kerja yang lebih adaptif, sehat, dan berkelanjutan menuju Cirebon yang lebih hijau. (Cepy)
