Bursa Eselon II Kota Cirebon Memanas, Siapa Pengisi Kursi Panas di Balai Kota Cirebon ?

0
IMG20260415151310
Spread the love

CIREBONWARTANEWSCOM, Cirebon – Proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon kini memasuki babak krusial.

Sedikitnya 18 nama telah dikerucutkan oleh Komite Talenta untuk mengisi enam posisi strategis.

Ke-18 nama tersebut tampak mengikuti pelaksanaan seleksi pengisian JPT di salah satu hotel kawasan Gunungsari, Kota Cirebon, Sabtu (11/4/26) lalu.

Menariknya, komposisi nama yang muncul merupakan perpaduan antara pejabat senior yang berpengalaman dengan figur-figur progresif.

Sorotan utama tentu tertuju pada posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Tiga nama besar, yakni Mohammad Arif Kurniawan, Dr. Iing Daiman, dan Agus Herdhyana, diprediksi akan bersaing ketat.

Ketiganya dikenal memiliki rekam jejak yang solid di birokrasi Kota Udang. Siapa pun yang terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar sebagai jembatan antara kebijakan politik wali kota dengan implementasi di tingkat administrasi.

Di sektor digitalisasi dan investasi, persaingan tak kalah sengit. Kursi Kepala DKIS mempertemukan Andi Azis, Muhammad Luthfy Iqbal, dan Tubagus M. Maulana Yusuf, tiga sosok yang diharapkan mampu mengakselerasi program smart city.

Sementara itu, di pos DPMPTSP, nama Icip Suryadi, Moh Riswanto, dan Yoga Pramono muncul sebagai kandidat kuat untuk mengawal iklim investasi Kota Cirebon ke depan.

Sementara untuk posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, tiga srikandi dan birokrat tangguh yakni Fina Amalia Purwantini, Rachmawaty Neny Triatny, dan Siti Djulaeha siap memperebutkan posisi tersebut guna menangani isu krusial seperti pengelolaan sampah dan keasrian kota.

Di sisi lain, bidang kepemudaan dan keamanan masyarakat juga menjadi prioritas. Jabatan Kepala Dispora akan diperebutkan oleh Andi Wibowo, Eko Budiyanto, dan Ade Cahyaningsih.

Sedangkan untuk posisi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, muncul nama Andi Riskiyanto, Muhammad Izzuddin, dan Agus Sahron sebagai garda terdepan dalam manajemen kedaruratan kota.

Dengan sistem Manajemen Talenta ini, penentuan akhir tidak lagi berdasarkan popularitas, melainkan pada skor Talent Box dan hasil uji kompetensi.

Masyarakat kini menanti, siapa dari 18 nama ini yang dianggap paling layak oleh Komite Talenta untuk menduduki “posisi empuk” eselon II dan membawa perubahan nyata bagi Kota Cirebon.

Sementara itu Asep Gina Muharam, Inspektur Daerah Kota Cirebon ketika ditanya siapa kandidat panglima ASN terkuat, ia hanya menjawab siapapun yang terpilih adalah yang terbaik bagi Kota Cirebon.

“Semua kandidat Sekda memiliki kualitas dan pengalaman mumpuni  yang pastinya siapapun yang nanti dilantik itu yang terbaik bagi Kota Cirebon,” ucapnya. (Cepy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *